Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sampel Limbah Cair di Pantai Krakal dan Slili Diuji, Cek Lab Butuh Waktu 5 hari

Gunawan RaJa • Senin, 9 Oktober 2023 | 22:58 WIB
DICEK: Petugas dari DLH Kabupaten Gunungkidul mengambil sampel air dilokasi Pantai yang tercemar limbah cair dan dibawa ke laboratorium Senin (9/10).
DICEK: Petugas dari DLH Kabupaten Gunungkidul mengambil sampel air dilokasi Pantai yang tercemar limbah cair dan dibawa ke laboratorium Senin (9/10).


GUNUNGKIDUL - Sampel limbah cair yang berada di Pantai Krakal, Tanjungsari,  dan Pantai Slili, Tepus, Kabupaten Gunungkidul, sedang diuji.

Hasil pengecekan laboratorium dari sampel yang diteliti diperkirakan keluar lima hari ke depan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, pengambilan sampel berlangsung di dua titik masing-masing Pantai Krakal dan Slili pada Senin (9/10). Sampel yang diambil adalah air terpapar limbah.

"BOD, minyak lemak, TSS, dan fenol, parameter (limbah) cair yang diujikan," kata Harry Sukmono.

BOD adalah Biochemical Oxygen Demand. Sementara Total Suspended Solid atau padatan tersuspensi total (TSS) merupakan timbal parameter yang akan diujikan untuk mengetahui kandungan zat limbah cair.

"(Sampel) baru dikirim untuk dicek dan hasil kemungkinan keluar dalam waktu lima hari,” ungkapnya.

Lebih jauh Harry menginformasikan, berdasarkan pantauan langsung kondisi terkini paparan limbah di Pantai Slili dan Krakal berangsur membaik dan relatif aman.

Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa dan pengunjung juga tetap bisa bermain di Kawasan Pantai tersebut.

"Kalau dilihat dari paparan, kondisi hari ini lebih baik dibandingkan dengan kemarin (Minggu 8/10/)” ucapnya.

Seperti diketahui, pencemaran limbah cair di Pantai Krakal dan Slili tidak hanya menganggu wisatawan karena terkena kotoran mirip cairan oli atau tumpahan solar.

Area terpapar juga mengakibatkan ekosistem di sekitar karena ada biota laut seperti bintang laut, kepiting kecil, bulu babi dan rumput laut mati.

“Untuk pengawasan, kami juga sudah berkoordinasi dengan Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron,” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron Marjono mengatakan, lokasi terdampak limbah cair telah dibersihkan. Kini sudah tidak ditemukan lagi biota laut mati di sekitar lokasi.

"Seperti yang telah saya sampaikan, kebetulan cuaca sangat panas, bisa jadi biota laut mati karena kepanasan. Tapi kalau ada tidaknya keterkaitan dengan limbah cair, menunggu penelitian laboratorium," kata Marjono.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul Oneng Windu Wardhana mengatakan bersama dengan instansi terkait yang lain melakukan pengecekan di lapangan.

"Informasinya, dari dinas LH (lingkungan hidup) sudah ke lokasi. Mudah-mudahan aman," kata Oneng Windu Wardhana.

Sebelumnya, limbah cair mirip solar mendarat di Pantai Krakal dan Slili, Gunungkidul. Seorang wisatawan lokal, Mayarisari, menceritakan, bersama dengan anggota keluarga tengah berkunjung ke Pantai Krakal, Kemadang, Tanjungsari dan Pantai Slili, Sidoharjo, Tepus Sabtu (7/10).

Dia mengaku kaget melihat air laut tercemar cairan berwarna pekat. Saat anaknya bermain air, tangan dan kaki belepotan seperti terkena oli.

"Semoga pantai di Gunungkidul tetap aman," kata Mayarisari. (gun)

Editor : Amin Surachmad
#Pantai Krakal #Pantai Slili #Gunungkidul #limbah cair #DLH Gunungkidul