GUNUNGKIDUL - Berbagai upaya dilakukan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul demi memancing cinta pelajar pada sektor pertanian. Agar perasaan suka terus tumbuh, Petugas Pengawas Lapangan (PPL) didatangkan ke sekolah untuk memberikan sosialisasi dan edukasi.
Kepala DPP Kabupaten Gunungkidul Rismiyadi mengatakan, program PPL masuk ke sekolah bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan. Fokus pemerintah saat ini adalah memancing pelajar untuk mencintai pertanian sejak dini.
"Untuk saat ini menyasar 8 sekolah di 8 kapanewon, rencana selanjutnya akan menyasar institusi pendidikan seluruh kapanewon se- Gunungkidul," kata Rismiyadi.
Perlu juga digarisbawahi, dia melanjutkan, bahwa sasaran penyuluhan juga para pemangku kepentingan lainnya. Meliputi kelompok atau lembaga pemerhati pertanian, serta generasi muda dan tokoh masyarakat.
"Di sekolah, mempunyai potensi untuk diberikan sosialisasi dan penyampaian informasi tentang pertanian sejak dini," ujarnya.
Menurutnya, sebagian sekolah sudah menginisiasi dengan kegiatan kewirausahaan di bidang pertanian.
Diantara sekolah juga telah ada penumbuhan saka taruna bumi sebagai wadah bagi pramuka penegak da pandega dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan praktis di bidang pertanian.
"Kami menyiapkan progam sosialisasi pertanian pada pelajar," ucapnya.
Seperti, sosialisasi informasi tentang penyuluh pertanian dan kelembagaan, penanaman minat pada pertanian sejak dini, informasi jenjang pendidikan level yang lebih tinggi dengan fokus jurusan pertanian dan success story petani milenial di Gunungkidul.
Diantara terget dari program PPL adalah kegiatan riil kewirausahaan pertanian di sekolah-sekolah.
"Menarik minat siswa untuk mencintai pertanian sejak dini sehingga ada ketertarikan beragribisnis atau melanjutkan jenjang pendidikan jurusan pertanian," terangnya.
Prototip atau penerapan petani melenial yang ingin dicapai, petani milenial yang tangguh, inovatif, mempunyai kemandirian finansial dan mampu meresonansi generasi muda lainnya untuk beragribisnis.
Sementara itu, Sekretaris DPP Kabupaten Gunungkidul Raharja Yuwono menyebut, penurunan pangsa pekerja di sektor pertanian. Berbagai faktor penyebab menurunnya minat tenaga kerja muda di sektor pertanian, di antaranya citra sektor pertanian yang dianggap kurang bergengsi.
"Tenaga penyuluh setiap tahun mengalami pengurangan karena purna tugas," kata Raharja Yuwono.
Program PPL masuk sekolah merupakan salah satu upaya pemerintah menarik minat petani muda. Transformasi pendidikan vokasi pertanian, pembuatan program wirausaha muda pertanian menjadi bagian penting untuk menumbuhkan rasa cinta pada sektor pertanian.
"Sesuai arahan kepala dinas, program PPL masuk sekolah bakal menyasar seluruh sekolah SMA sederajat," terangnya.
Disinggung mengenai luas lahan, Raharja Yuwono tidak menampik adanya penempatan disetiap tahunnya. Akan tetapi penyusutan lahan atau alih fungsi tidak signifikan persentasenya dibanding luas potensi lahan yang bisa ditanami. (gun)
Editor : Amin Surachmad