GUNUNGKIDUL - Warga Padukuhan Klegung, Kalurahan Ngoro-oro, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, mengaku sedih. Bantuan sumur bor dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, sejak diresmikan hingga sekarang airnya belum bisa mengalir ke rumah penduduk.
Akibatnya pada musim kemarau super panjang seperti sekarang krisis air bersih masih melanda wilayah tersebut.
Penduduk kembali mengiba pada para donatur, serta memohon droping air kepada pemerintah daerah.
Para ibu juga kembali menggendong jeriken ngangsu (mengambil) air dari sumur yang mulai mengering sebagaimana hari-hari sebelumnya.
Ketua Rt 013/04, Klegung, Ngoro-oro, Patuk Sugeng ketika ditemui membenarkan, bantuan Sumur bor dari pemerintah pusat belum dapat digunakan oleh masyarakat.
Sejak diresmikan Menhan Prabowo pada awal Agutus 2023 hingga kini airnya tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
"Instalasi dan jaringan pipa telah tersambung ke rumah-rumah penduduk tapi tidak ada airnya," kata Sugeng saat ditemui Minggu (1/10).
Dua torn atau bak penampungan yang sedianya menjadi terminal air seolah menjadi saksi bisu kesedihan dan asa bagi warga penerima bantuan.
Kata Sugeng, sebelum peresmian daya sedot Sumur bor telah diujocobakan dan berhasil. Bahkan saat Menhan Prabowo menyapa warga Klegung dari balik layar
dalam seremonial peresmian pun airnya mulai terangkat.
"Tapi belum ada satu jam setelah diresmikan mesin pompa mati. Padahal air belum sampai mengalir ke rumah penduduk," ujarnya.
Oleh penanggungjawab sepekan kemudian didatangkan mesin pompa baru. Akan tetapi upaya itu terhenti di tengah jalan, karena air tidak berhasil diangkat.
"Sejauh ini sudah empat kali ganti pompa," ucapnya.
Warga meyakini, selangkah lagi air dapat dinikmati masyarakat asalkan saat pengeboran mempertimbangkan faktor kedalaman.
Namun, sepengetahuannya, dalamnya pengeboran tidak sampai 120 meter seperti rencana awal.
"Kami bingung mau mengadu kemana. Kiranya pak Prabowo mendengar harapan kami untuk bisa melanjutkan program Sumur bor yang belum tuntas ini," ungkapnya.
Menurut Sugeng, pada musim kemarau panjang seperti sekarang keinginan mendapatkan akses air dengan mudah tertunda.
Jika tidak ada bantuan droping air, secara mandiri membeli melalui tangki milik swasta. Satu tangki harganya sekitar Rp 150 ribu.
Sementara itu, Lurah Ngoro-oro Sukasto tidak menampik kendala pengangkatan air program sumur bor dari Kementerian Pertahanan. Jika bisa dioptimalkan lagi pihaknya berharap supaya ditindaklanjuti.
"Atau ungkin ada terobosan lain, alau memang sumber air masih (ada)," kata Sukasto.
Sebagaimana diketahui, Menhan RI Prabowo Subianto pada 9 Agustus 2023 meresmikan bantuan sumur bor dan pipanisasi air bersih di Gunungkidul.
Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan para ahli dan Universitas Pertahanan (Unhan) RI. Peresmian berlangsung di Wareng, Wonosari. (gun)
Editor : Amin Surachmad