GUNUNGKIDUL, Radar Jogja - Animo masyarakat membeli beras murah program Operasi Pasar (OP) di Gunungkidul sangat tinggi. Bahkan Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Gunungkidul kembali mengajukan tambahan ke kantor Bulog.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disdag Kabupaten Gunungkidul Asar Janjang Riyanti mengatakan, OP digelar menyusul adanya penyesuaian harga beras. Sejauh ini telah menyalurkan sekitar 13,5 ton beras.
"Sekarang harga beras premium kisaran Rp 14 ribu per kg dan beras medium Rp 12.500 per kg," kata Asar Janjang Riyanti Senin (11/9).
Demi menjaga Pasokan Harga Pangan (SPHP) sejak awal bulan ini OP mulai dilaksanakan. Pada tahap pertama penyaluran beras murah menyasar
wilayah Kapanewon Paliyan. Harga beras murah dipatok Rp 10.500 per kg. Pembelian dibatasi maksimal 4 paket beras, satu paket sebanyak 5 kg.
"Tahap pertama bekerjasama dengan Bulog menyalurkan 13,5 ton beras. Hanya dalam dua jam beras langsung habis," ujarnya.
Awal tahun lalu pihaknya juga melaksanakan OP beras di sejumlah wilayah. Di antaranya, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk; Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari; dan Kapanewon Paliyan.
"OP sudah berlangsung kerjasama dengan Bulog. Waktu itu menyediakan beras jenis medium sebanyak dua ton di tiap lokasi," ungkapnya
Mengingat banyaknya permintaan, Disdag Kabupaten Gunungkidul kembali mengajukan OP kepada Bulog. Tahap kedua mengusulkan sebanyak 15 ton. Rencananya beras dengan harga miring tersebut diarahkan ke lima titik.
"Masing-masing wilayah Kapanewon Purwosari, Tepus, dan Kapanewon Wonosari. Di Wonosari ada Kalurahan Piyaman, Plembutan, dan Wunung," jelasnya.
Sementara itu, Kantor Bulog di Gunungkidul hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi. Kepala Bulog Gunungkidul Imam saat dihubungi melalui sambungan telepon pribadinya belum ada tanggapan.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho berharap agar persoalan kenaikan harga beras segera direspons pemerintah. Jika terlambat mengambil kebijakan dampaknya bisa merugikan masyarakat.
"Kasihan masyarakat terdampak kenaikan harga beras," kata Heri Nugroho. (gun)
Editor : Amin Surachmad