GUNUNGKIDUL - Warga Padukuhan Suru, Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, memperjuangkan dua tetangganya yang tinggal rumah di atas bukit agar dapat memiliki rumah layak huni. Sebagai bentuk ikhtiar, penduduk gotong royong menyiapkan lahan relokasi secara mandiri.
Dukuh Suru, Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen Sugiyanto mengatakan, hingga sekarang dua kepala keluarga (KK) masih bermukim di atas bukit. Sejak lama sebagian besar warganya bedol desa meninggalkan mereka untuk mencari tempat aman.
"Bertahun-tahun kami tinggal di atas bukit, lambat laun pindah ke bawah (bawah bukit)," kata Sugiyanto Senin (4/9).
Namun dua KK masing-masing pasangan suami istri (pasutri) Tupan,50-Milestari dan satu anak serta pasutri Winarno-Sugiyanti beserta anggota keluarga belum bisa pindah karena keterbatasan ekonomi.
"Sebagai bentuk ikhtiar, penduduk gotong royong menyiapkan lahan relokasi secara mandiri untuk mempercepat pemindahan dua KK tersebut ke tempat aman. Semoga dikemudian hari ada uluran tangan," ujarnya.
Karena diakui, tinggal di atas bukit bahaya bisa datang kapan saja. Selain resiko longsor, ancaman monyet ekor panjang setiap saat menghantui. Sebelumnya, dalam kurun waktu berbeda dua warga dilaporkan hilang misterius, hingga sekarang tidak ditemukan.
"Mudah-mudahan dua warga kami segera pindah dari bukit dan menempati rumah layak huni," jelasnya.
Semantara itu, seorang warga setempat Prasetyo berharap tetangganya yang tinggal di atas bukit segera "turun gunung". Bermukim dengan warga Padukuhan Suru lainnya dan memulai hidup baru.
"Kedua KK masuk kriteria warga kurang mampu. Kerja serabutan, walaupun punya sapi itu bukan miliknya sendiri karena hanya nggaduh (memelihara ternak milik orang lain)," kata Prasetyo. (gun)
Editor : Amin Surachmad