GUNUNGKIDUL - Jumlah warga Gunungkidul yang tidak memiliki pekerjaan atau sedang mencari kerja sebanyak 9.623 orang. Mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Gunungkidul menggandeng perusahaan untuk diajak kerja sama.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gunungkidul angkatan kerja sebanyak 463.269. Sementara bukan angkatan kerja atau not economically active mencapai 162.167 dan pengangguran terbuka total ada 9.623 orang.
"Ini berdasarkan data keadaan ketenagakerjaan Gunungkidul 2022," kata Kepala BPS Kabupaten Gunungkidul Rintang Awan Eltribakti saat dihubungi kemarin (4/8).
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Sunaryanta mencatat, ada dua persen warganya masih menganggur atau tidak memiliki pekerjaan. Pemerintah berupaya membuka lapangan pekerjaan bekerjasama dengan perusahaan.
"Jumlah pengangguran dua persen memang terkecil diantara empat kabupaten dan kota di DIY," kata Sunaryanta.
Untuk kepentingan ini, pemkab berupaya agar semua warga memiliki pekerjaan atau memiliki usaha mandiri. Kesempatan kerja dibuka dengan menggelar job fair menggandeng 25 perusahaan.
"Harapan saya dengan job fair bisa mengurangi angka pengangguran di Gunungkidul. Sudah kita hadirkan 25 perusahaan baik lokal maupun luar Gunungkidul," ujarnya.
Terpisah, Kepala Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul Supartono mengatakan, job fair di Gor Siyono, Playen berlangsung selama dua dan berakhir besok.
"Sebanyak 25 perusahaan membuka lowongan kerja. Targetnya ya 50 persen dari pengunjung bisa terserap masuk ke perusahaan," kata Supartono.
Dengan dibukanya job fair setidaknya bisa mengurangi pengangguran yang ada di Gunungkidul. Hal ini bisa menyerap tenaga kerja yang belum bekerja atau tidak memiliki usaha.
"Semoga bisa menyerap tenaga kerja," ujarnya. (gun)
Editor : Amin Surachmad