Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Doanya Kerja Apapun yang Penting Tak Merugikan Orang Lain

Gunawan RaJa • Kamis, 3 Agustus 2023 | 16:05 WIB

 

BANGGA: Kasubbid Penmas Bid Humas Polda DIJ AKBP Verena SW saat menemui orang tua Dafit Dwi Dita Prabowo di Ngawu, Playen pada Senin (31/7/23).
BANGGA: Kasubbid Penmas Bid Humas Polda DIJ AKBP Verena SW saat menemui orang tua Dafit Dwi Dita Prabowo di Ngawu, Playen pada Senin (31/7/23).

RADAR JOGJA - Doa ibu dan ayah yang dipanjatkan untuk anaknya sangat mustajab. Sepanjang anak yang didoakan juga punya kemauan dan kemampuan. Impian bisa diraih. Itulah yang dirasakan Dafit Dwi Dita Prabowo. Apa doa kedua orang tuanya?

SUDARMI tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya saat melihat rombongan korps baju coklat berdatangan di kediamannya Ngawu, Playen Senin (31/7/23). Perempuan paruh baya itu akhirnya bisa mengantar anaknya meraih cita-cita menjadi anggota Polri.
 
Dafit Dwi Dita Prabowo, anak dari pasangan suami istri (pasutri) Suprihatin dan Sudarmi merupakan salah satu siswa dari ratusan anak muda yang tengah mengikuti pendidikan Bintara Polri 2023. Masuk sekolah polisi negara (SPN) Selopamioro, Bantul.


Di balik kisah sukses Dafit meraih cita-cita, di belakangnya ada pahlawan tanpa tanda jasa. Kedua orang tuanya. Mereka adalah sosok paling tahu dan mengerti apa dan bagaimana mengarahkan anak. Agar tetap di dalam rel dan gerbong impian. Apalagi etelah lulus sekolah SMK, Dafit membantu orang tau mengamankan ekonomi dengan bekerja serabutan. “Kadang menjadi tenaga dekorasi pengantin, mencari rosok, dan bantu-bantu jualan di warung burjo," kata Sudarmi.

Mungkin, rumus hidup bersyukur dalam posisi apapun mempermudah jalan Dafit meraih impian. Ortunya tidak memaksa anak untuk memilih profesi, namun justru lebih terbuka agar anak memilih jalan hidup."Yang penting ke jalan positif, mau kerja apa saja yang penting tidak merugikan orang lain," ujarnya.

Hanya diakui, sejak duduk di bangku sekolah Dafid memang suka dengan kegiatan fisik. Bahkan, usai jenjang pendidikan SMP melanjutkan ke SMAN 1 Tanjungsari (SBO) Sekolah Berbasis Olahraga Tanjungsari."Sempat mendapatkan juara kegiatan olahraga," ujarnya.


Memiliki prestasi juara 3 pekan olahraga daerah (POPDA) tenis lapangan 2018, juara 1 O2SN tenis lapangan 2018, juara 3 POPDA tenis lapangan 2019 dan juara 1 kejuaraan kabupaten (KEJURKAB) tenis lapangan 2020."Pertama kali daftar polisi 2022 namun belum berhasil," jelasnya.

Sebagai orang tua, lantunan doa terus dipanjatkan. Untuk mengisi waktu luang, seperti yang telah disampaikan di awal, Dafit membantu orangtua bekerja di ladang, dan kerja serabutan. Memungut barang bekas atau rosok, jualan di warung burjo di Kota Jogja."Sejak kecil anak saya memiliki cita-cita jadi polisi, dan sebagai orang tua terus mendukung," ucapnya.  

Singkat cerita, Dafit kembali mendaftar anggota polisi tahun ini. Alangkah bahagianya, secara resmi Polda DIJ mengumumkan bahwa Dafit Dwi Dita Prabowo dinyatakan lulus dan lolos seleksi penerimaan Bintara Polri dan berhak mengikuti Pendidikan di SPN Selopamioro 19 Juli 2023.
"Kami berharap kisah Dafit mampu menginspirasi dan memacu anak muda yang lain agar serius dan pantang menyerah mengejar cita-cita," ungkapnya.


Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Nugroho Arianto berharap, kisah anggota baru polisi asal Gunungkidul bisa memberikan inspirasi bagi anak muda untuk meraih cita-cita."Apalagi untuk masuk polisi sekarang banyak jalurnya, salah satunya melalui prestasi yang dimiliki," kata Nugroho Arianto.

Terpisah, melalui pesan tertulisnya, Dafit Dwi Dita Prabowo mengaku bersyukur bisa mengikuti Pendidikan Bintara Polri di SPN Selopamioro. Kesempatan menjadi anggota Polri tidak akan pernah disia-siakan."Saya berhasil meraih cita-cita tidak terlepas dari doa kedua orangtua," kata Dafit. (din)

Editor : Satria Pradika
#Gunungkidul #Bintara Polri 2023 #Bantul #spn