Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

TPA Gunungkidul Tak Mampu Tampung Sampah dari Piyungan

Gunawan RaJa • Minggu, 23 Juli 2023 | 19:58 WIB
LOKAL: Petugas di TPA Wukirsari, Baleharjo, Wonosari beraktivitas di lokasi penampungan sampah. (Gunawan/Radar Jogja)
LOKAL: Petugas di TPA Wukirsari, Baleharjo, Wonosari beraktivitas di lokasi penampungan sampah. (Gunawan/Radar Jogja)

GUNUNGKIDUL - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wukirsari, Baleharjo, Wonosari, hanya disiapkan untuk menampung sampah 'dalam negeri'. Kapasitas TPA tidak direkomendasikan untuk menerima kiriman dari daerah lain, termasuk membantu persoalan sampah yang kini tengah membelit Kabupaten tetangga Bantul.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul menyebut, sudah ada payung hukum pengelolaan sampah. Yakni, Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Gunungkidul Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Kemudian Peraturan Bupati (PERBUP) Kabupaten Gunungkidul Nomor 68 Tahun 2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

"Terkait perda itu, TPA Wukirsari Wonosari hanya melayani sampah yang bersumber wilayah Gunungkidul," kata Kepala DLH Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono saat dihubungi (23/7).

Namun dia tidak menampik, dalam perda juga ada klausul yang memperbolehkan kerjasama dengan wilayah lain. Kerjasama itu memungkinkan untuk menerima impor sampah.

"Tapi kita ngikut arahan pimpinan, arahan dari bupati," jelasnya.

Terlebih, Harry mengungkapkan, sejauh ini belum ada komunikasi dari wilayah lain dengan Kabupaten Gunungkidul menyangkut penanganan sampah. Belum ada komunikasi dari Pemkab Bantul terkait persoalan penutupan TPST Piyungan.

"Tapi perlu kami sampaikan kembali, kapasitas TPA di Gunungkidul sudah nggak mampu," ucapnya.

Sebagai gambaran, per hari TPA Wukirsari, Wonosari menerima 50 ton dari berbagai penjuru kapanewon wilayah Gunungkidul. Jika dipaksakan membuka pintu kepada daerah lain untuk masuk kapasitas TPA bisa cepat penuh.

"Nah, ini kami sedang mengusahakan shel baru anggaran pusat. Mengusulkan kepada Kementeria PU di 2024," ucapnya.

Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul ini melanjutkan, penabahan shel baru tersebut masih dalam satu kawasan TPA Wonosari. Selain itu pihaknya juga mengusulkan kepada pusat pembangunan TPAS di pesisir tepatnya wilayah Padukuhan Wonosobo, Banjarejo, Tanjungsari.

"Luas lahan sekitar 5 hektare," ujarnya.

Pemilihan lokasi di Banjero karena letaknya berada di tengah sehingga akses lebih mudah. Salah satu tujuan pembangunan TPAS di pesisir untuk menampung sampah-sampah dari kegiatan pariwisata.

“Lokasinya dari wisata Pantai Kodok ke utara,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho meminta agar lalu lintas sampah dari wilayah lain dikoordinasikan. Mengingat TPA Wukirsari setiap hari sudah banyak menampung sampah.

"Mungkin Pemkab Bantul bisa mencari lahan baru. Atau jika memang sudah urgent, ya, koordinasi lah, jangan sampai tiba-tiba datang buang sampah," kata Heri Nugroho. (gun)

 

/

Editor : Amin Surachmad
#wonosari #tpa #Sampah