Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

JJLS Urai Simpul Kemacetan Lebih Cepat

Editor Content • Rabu, 3 Mei 2023 | 18:00 WIB
KOSONG : Situasi los daging pasar Bantul yang sepi pedagang pada Kamis (2/6). Para pedagang di pasar tersebut tidak berjualan karena imbas mogoknya penyembelihan di PPDS Segoroyoso. IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
KOSONG : Situasi los daging pasar Bantul yang sepi pedagang pada Kamis (2/6). Para pedagang di pasar tersebut tidak berjualan karena imbas mogoknya penyembelihan di PPDS Segoroyoso. IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
RADAR JOGJA – Libur Lebaran tahun ini berlangsung kondusif, terutama berkenaan dengan jalur lalu lintas. Keberadaan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dinilai mampu mengurai kemacetan di jalur wisata.

Kasatlantas Polres Gunungkidul AKP A Purwanta mengatakan JJLS mampu mengurai kemacetan di jalur wisata. Pada libur Lebaran 2023 jalan utama Jogja-Wonosari relatif terkendali sehingga tidak sampai memicu kemacetan panjang.“Tahun lalu baru bisa terurai sekitar pukul 22.00. Tapi Lebaran kali ini pukul 20.30 sudah bisa lancar kepulangan wisatawan di Jalan Jogja-Wonosari,” kata Purwanta kemarin (2/5).

Untuk rute baru ini pengendara diarahkan melewati JJLS ke barat menuju wilayah Bantul. Dengan melalui JJLS menghubungkan ke Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) di sejumlah pantai. Sebelum JJLS dibuka akses masuk hanya dari pos Baron dan JJLS.“Tapi, setelah dibuka banyak alternatif pintu masuk sehingga tidak ada kemacetan kendaraan saat akan masuk ke pantai,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan JJLS mampu memecah kepadatan arus lalu lintas. Tidak ada penumpukan kendaraan di jalur wisata karena dibukanya akses JJLS.“JJLS sangat membantu dalam memberikan kemudahan akses kunjungan wisatawan di pantai,” kata Hary Sukmono.

Dia mengungkapkan, pada saat libur Lebaran mulai 19-30 April menargetkan kunjungan wisata sebanyak 186.000 orang. Jumlah ini diklaim terlampaui karena hingga Ahad (30/4/) kunjungan mencapai 217.440 orang.Kunjungan melampaui target juga berdampak terhadap penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi masuk kawasan pariwisata. Target pendapatan sebesar Rp 1,35 miliar, pencapaiannya sebesar Rp 1,68 miliar. (gun/din) Editor : Editor Content
#JJLS