Dukuh Sumberan Ika Apriyani mengatakan, peristiwa kemunculan lubang tanah membuat resah warga. Meski kubangan berada di lahan pertanian, radius sekitar 20 meter terdapat permukiman penduduk. "Warga khawatir kubangan melebar, karena intensitas hujan masih tinggi akhir-akhir ini," kata Ika Apriyani, Minggu (26/2).
Dikatakan, titik sinkhole terletak di lahan milik Sugiyanto. Penduduk kampung sebelah tersebut mengaku kaget karena pada Minggu 19 Februari lalu mendapati areal pertanian yang ditanami padi amblas."Semula ukuran masih kecil, kedalaman juga belum mengkhawatirkan. Tapi beberapa hari kemudian diameter dan kedalaman bertambah," ujarnya.
Padi gogo yang belum dipanen seolah hilang ditelan bumi. Menyisakan lubang cukup besar dan membuat warga waswas. Kejadian itu telah dilaporkan kepada pihak terkait. Dari kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul sudah meninjau lokasi."Sudah dipasang police line," ucapnya.
Petugas mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di dekat lokasi. Pihaknya juga diminta berkoordinasi terkait dengan perkembangan terkini titik sinkhole.”Petugas menyampaikan fenomena (sinkhole) juga ditemukan di kapanewon lain wilayah Gunungkidul," terangnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul Purwono mengaku sedang menerjunkan petugas untuk mengecek lapangan."Izin kami cek dulu di rekan Pusdalops," kata Purwono.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Gunungkidul, selama ini sudah belasan kejadian tanah ambles. Sinkhole muncul lantaran luruhnya tanah dipermukaan karena air hujan menumpuk memicu genangan. Air dan tanah masuk masuk melalui ponor atau lubang lubang alami jalur air permukaan masuk ke lorong bawah tanah.Kemunculan lubang merupakan dinilai hal biasa, karena karakteristik Gunungkidul pegunungan karst. (gun/din) Editor : Editor Content