RADAR JOGJA - Seorang pemuda Gunungkidul Yusuf Adhitya Putratama merupakan sosok di balik akun media sosial @beritainaja. Akun berpengikut ratusan ribu follower itu fokus bikin konten kuliner dengan sasaran pedagang kecil.
Senang Melihat Orang Senang. Begitu prinsip Yusuf Adhitya Putratama ketika ditanya alasan membuat konten video dengan objek pedagang kecil. Bapak dua anak ini seriusi konten kreator kuliner baru sekitar satu tahun terakhir.
Yusuf Adhitya Putratama membuat akun @beritainaja. Mulai dari Instagram, Tiktok, Snackvideo hingga YouTube. Semula isi konten videonya random. Namun belakangan, pengikutnya melejit menjadi 108 ribu gara-gara konten unik promosi kuliner. "Akun @beritainaja kami kelola bersama dengan tim," kata Yusuf Adhitya Putratama.
Kreativitas warga Baleharjo, Wonosari ini tanpa batas. Sosok Adhit, sapaan akrabnya memang unik. Dia tampil slengean ketika kamera sudah on. Apa adanya, diselingi tawa dan selalu mengucapkan kata 'berrr' di setiap videonya."Alhamdulillah, ke mana-mana kalau orang ketemu saya menyapa dengan kata 'berr'," ucapnya sembari melepas tawa.
Adhit bukan sekadar suka membikin konten kuliner. Dia pilih-pilih tema, tidak asal merekam. Jebolan Kampus Akademi Komunikasi Indonesia (Akindo) Yogyakarta itu mengungkapkan kepedulian dan full dukungan kepada pedagang kecil. "Tapi tetap selektif. Bukan pedagang yang jualan asal-asalan, tapi memang kuliner berkualitas. Maksudnya, kebersihan terjaga, legend, tempatnya unik dan rasanya enak," terangnya.
Bagi dia, kebersihan lingkungan sangat vital, karena produk yang diangkat dan dipublikasikan adalah makanan. Orang kalau makan di tempat yang bebas dari sampah bisa betah dan dimungkinkan jadi pelanggan."Di Gunungkidul banyak kuliner lengend. Setiap hari, bisa pagi, siang, bahkan malam kami keliling mencari tempat kuliner," terangnya.
Dia bersyukur, lokasi kuliner setelah dikunjungi ramai. Begitu menurut pengakuan pemiliknya. Itu menjadi kabar baik bagi Adhit. Semakin bersemangat dalam berkarya dan kian tertantang untuk membuat konten.
"Sasaran kami memang me-review pedagang kecil. Kuliner njepit atau hidden gems (tersembunyi). Syukur Alhamdulillah jika memang berdampak positif," ujarnya.
Menurutnya, kuliner di Gunungkidul sangat beragam. Sebagai konten kreator, dirinya mengaku terpanggil untuk kolaborasi. Mengenalkan kepada masyarakat luas, dan mudah-mudahan sedikit banyak bisa ikut mengangkat perekonomian masyarakat."Kita semua mengalami, pandemi Covid-19 dampaknya luar biasa. Tiba waktunya kita bersama-sama untuk bangkit," ucapnya.
Kini jadwal kontennya cukup padat. Agar kebersamaan dengan keluarga tetap terjaga, maka cukup sering mengajak anak istri, terutama saat siang hari. Ketika malam tiba, bersama dengan tim tancap gas keluar masuk kampung.
Ditanya mengenai prestasi, akhir tahun lalu dirinya meraih penghargaan dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul. Didaulat menjadi pemuda berprestasi dan penggerak dalam program Gunungkidul Cerdas 2022.(gun/din) Editor : Editor Content