Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Gunungkidul

Editor Content • Rabu, 21 Desember 2022 | 17:50 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA – Wilayah Kabupaten Gunungkidul berpotensi mengalami curah hujan tinggi dari rata-rata mulai akhir bulan ini hingga Januari 2023. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta keluarkan peringatan dini atas kondisi itu.

Prakirawan BMKG Jogjakarta, Romadi mengatakan, puncak musim hujan di wilayah Provinsi DIJ diperkirakan mulai akhir bulan ini. Berlangsung sampai akhir Januari 2023, dan hampir merata untuk wilayah."Perlu diwaspadai untuk wilayah seperti Gunungkidul bagian selatan, Kulonprogo bagian barat," kata Romadi saat dihubungi kemarin (20/12).

Dia menjelaskan, tingginya curah hujan berpotensi terjadinya tanah longsor cukup besar, sehingga perlu kewaspadaan untuk masyarakat yang tinggal di daerah lereng-lereng tersebut. Kemudian di pada Februari merupakan masa transisi, yaitu perubahan cuaca dari musim hujan memasuki musim kemarau."Dari analisis diprediksi wilayah Indonesia akan mengalami. Lanina moderat, sehingga diprediksi biarpun sudah musim kemarau, masih ada hujan biarpun tidak setiap hari," ujarnya.

Menurutnya saat ini di wilayah Samudera Hindia, barat daya Bangka sedang ada Siklon Tropis darian. Arah gerakan ke barat daya dengan kecepatan 2 knot (3 km/jam) bergerak menjauhi Wilayah Indonesia. Dengan pusat kecepatan mencapai 75 Knot (140 km per jam) dengan tekanan mencapai *962*hpa. "Dengan adanya fenomena Siklon Tropis Darian ini memberikan dampak untuk wilayah DIJ, yaitu mengurangi suplai uap air, sehingga hanya berdampak hujan dengan intensitas ringan sampai dengan hujan sedang saja," ungkapnya.

Dampak lain yang ditimbulkan adanya siklon tropis, kata dia, memberikan dampak terhadap gelombang tinggi di wilaya Jawa termasuk selatan DIJ, yang dapat mencapai ketinggian 2.5 sampai dengan 4.0 meter di perairan Samudera Hindia."Kondisi ini diperkirakan hingga 3 sampai 5 hari ke depan," terangnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Purwono mengaku telah merancang rencana darurat dalam mitigasi bencana. Pertama, penguatan petugas jaga di posko BPBD."Kedua mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada akan Potensi bencana hidrometeorologi di lingkungan sekitar dan mengupdate informasi cuaca dari BMKG," kata Purwono.

Pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk menguatkan semangat gotong royong menjaga lingkungan sekitar dengan pembersihan saluran drainase agar ketika hujan, air bisa mengalir dengan lancar. (gun/din) Editor : Editor Content
#Gunungkidul