Dipilihnya mereka setelah melalui seleksi ketat. Mereka yang sedang bersiap ke jerman masing-masing atlet cabang olahraga (cabor) bulu tangkis, Naufal Dwi Kurnia, dan cabor tenes meja, Usman Nawi pelatih dari Pengurus Provinsi (PengProv) SOIna Daerah Istimewa Jogjakarta.
Kepala SLB Suta Wijaya Suharni mengatakan, Naufal Dwi Kurnia siswa kelas 11 SMALB. “Kami tidak memiliki guru olahraga, dan terpaksa mengundang guru pelatih,’’ kata Suharni kemarin (3/11).
Di tengah keterbatasan yang ada pihaknya berupaya mempersiapkan anak-anak untuk berprestasi di bidang masing-masing. Dipersiapkan untuk berprestasi mengikuti lomba- lomba, baik dari tingkat kabupaten, provinsi bahkan juga antarklub yang terbuka untuk umum.“Jadi, kesempatan kesempatan seperti itu yang kami berikan ke anak-anak untuk belajar,” ujarnya.
SOWG 2023, memang mewajibkan anak-anak untuk bersaing lebih ketat. Mulai dari kejuaraan tingkat kabupaten, provinsi dan nasional dengan melalui babak babak penyisihan sampai final.“Untuk pendanaan semua pelatih yang didatangkan ke sekolah adalah anggaran bosnas,” ucapnya.
Untuk kebutuhan anak untuk sepatu, seragam olahraga ,raket dan yang lain semua juga diusahakan dari sekolah. Kemudian berasal dari donatur peduli anak berkebutuhan khusus yang membelikan raket dan kebutuhan lainnya. “Selain itu, dukungan orangtua sangat luar biasa,” ungkapnya.
Naufal Dwi Kurnia adalah anak pasangan Jaswadi dan Dewi Hartini. Naufal merupakan anak berkebutuhan khusus, tunagrahita.(gun/din) Editor : Editor Content