Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Alokasi Pupuk Bersubsidi Ditambah

Editor Content • Jumat, 2 September 2022 | 19:24 WIB
JAMIN AMAN - Bupati Gunungkidul Sunaryanta melakukan pengecekan gudang Pupuk Pusri di Dusun Jeruk, Wonosari, Kapanewon Wonosari kemarin (1/9)(HUMAS PEMKAB GUNUNGKIDUL)
JAMIN AMAN - Bupati Gunungkidul Sunaryanta melakukan pengecekan gudang Pupuk Pusri di Dusun Jeruk, Wonosari, Kapanewon Wonosari kemarin (1/9)(HUMAS PEMKAB GUNUNGKIDUL)
RADAR JOGJA - Tahun ini alokasi atau kuota pupuk bersubsidi untuk petani di wilayah Gunungkidul ditambah. Bantuan pemerintah dalam bentuk penambahan pupuk tersebut dilakukan menjelang persiapan musim tanam.

Pupuk subsidi yang disediakan pemerintah meliputi Urea dan NPK atau phonska. Untuk urea mendapatkan alokasi sebanyak 17.139, ton. Dari jumlah tersebut, tersalurkan 4.281,8 ton atau masih 12.857,1 ton. Jenis pupuk phonska, kuota disediakan sebanyak 8.020 ton, terserap sekitar 2.994,3 ton atau masih tersimpan 5.025 ton.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi mengatakan, alokasi pupuk bersubsidi yang diterima Kabupaten Gunungkidul meningkat. Dari semula sekitar 13 ribu ton menjadi 17 ribu ton sekian untuk jenis urea.”Memenuhi 39 persen dari usulan RDKK (Rencana Daftar Kebutuhan Kelompok," kata Rismiyadi kemarin (1/8).

Diakui, penyaluran pupuk bersubsidi di tingkat petani perlu ditingkatkan. Hingga kini penyerapan masih sekitar 25 persen dari kuota. Data ini terlihat dari penyaluran ke para petani dalam RDKK.“Memang masih kecil penyerapannya. Tapi bukan soal. Karena saya yakin akan terserap maksimal hingga akhir tahun,” ujarnya.

Rendahnya penyerapan ini menurutnya karena pola penyerapan pupuk bersubsidi di Gunungkidul berbeda dengan daerah lain seperti di Bantul dan Sleman. Itu karena pola tanam yang bergantung dengan musim hujan. “Kalau daerah lain dengan sistem irigasi,masa tanam tidak berpengaruh dengan musim. Tapi, untuk Gunungkidul sangat bergantung karena mayoritas sawah yang ada merupakan tadah hujan,” ungkapnya.

Penanaman bergantung dengan pada musim hujan berdampak terhadap pengambilan pupuk bersubsidi oleh petani. Pupuk baru diambil oleh para petani saat awal musim hujan mulai September.“Daerah lain di triwulan pertama dan kedua sudah bisa ambil, tapi di Gunungkidul baru mulai di triwulan ketiga. Sekarang per hari ada sekitar 75 ton pupuk subsidi disalurkan ke agen dan kemudian ditebus petani,” ungkapnya.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengaku sudah melakukan pengecekan langsung ketersediaan pupuk bersubsidi di gudang milik PT Pusri. Hasilnya, tidak ada masalah dengan persediaan.“Semuanya aman. Sekarang ada distribusi pupuk sekitar 80 ton untuk wilayah Kapanewon Rongkop dan Girisubo,” kata Sunaryanta. (gun/din) Editor : Editor Content
#Gunungkidul #Pupuk Bersubsidi.