Identitas korban selamat, Rakimin,48, (tekong) warga Nujo, Pucung, Girisubo; Soleh,51, warga Prigi, Jawa Timur, dan Uthis,36, warga Wonotoro, Pucung, Girisubo. Kabar kapal sekoci tenggelam diterima regu penyelamat pada Sabtu (23/7) sekitar pukul 18.40.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul, Sunu Handoko mengatakan, beberapa jam sebelum menerima laporan, atau sekitar pukul 17.00 kapal sekoci mengirimkan es balok ke kapal slerek di tengah lautan. Dalam perjalanan pulang ke pantai Sadeng, kapal mengalami rusak mesin dan menurunkan jangkar di depan pantai Sadeng. Karena gelombang mulai pasang, jangkar tidak mampu menahan kapal. “Kapal terbawa arus ke pinggir sehingga kandas,” ujar Sunu dihubungi Minggu (24/7).
Seorang saksi Yuliadi yang melihat kejadian tersebut melaporkan ke Tim SAR. "Anggota SAR yang menerima laporan bergegas melakukan tindakan dibantu oleh beberapa nelayan menuju ke TKP menggunakan perahu," ujarnya.
Sesampainya di TKP, tim SAR memastikan kondisi ABK terlebih dahulu. Setelah sudah dapat dipastikan bahwa semua ABK masih dalam kondisi sehat dan selamat. Kemudian tim SAR berusaha menarik kapal ke tengah menggunakan tiga perahu jukung dan sebuah kapal sekoci, namun tidak mampu karena air nya masih surut. "Upaya evakuasi kembali coba dilakukan sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tapi gagal lagi," ujarnya.
Akhirnya Tim SAR kembali melanjutkan proses evakuasi pada pukul 04.00 WIB. Pihaknya bersyukur seluruh nelayan yang berada di kapal berhasil dievakuasi. Mereka semua sudah dibawa ke daratan Pantai Sadeng. "Tapi kapal yang mereka tumpangi belum berhasil dievakuasi," ucapnya.
Sementara itu, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta Romadi mengingatkan potensi gelombang tinggi di Perairan Jogjakarta. Gelombang setinggi 2,5 sampai dengan empat meter diprediksi terjadi hingga besok (hari ini). "Gelombang tinggi karena pengaruh polah tekanan tinggi yang berada di sebelah barat Australia," kata Romadi. (gun/bah) Editor : Editor Content