General Manager (GM) Gunung Sewu UGG, Budi Martono mengatakan tidak mudah memperoleh kepercayaan badan dunia dan ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia. Karena itu dalam mempertahankannya diperlukan komitmen bersama. "Revalidasi status keanggotaan Geoprak Gunung Sewu di UGG dilaksanakan tahun depan," kata Budi Martono saat dihubungi Senin (11/7).
Dia menjelaskan, Geopark Gunung Sewu terletak di tiga kabupaten meliputi Gunungkidul (DIJ), Wonogiri (Jawa Tengah), dan Pacitan (Jawa Timur).
Ditetapkan menjadi geopark nasional pada 13 Mei 2013 oleh komite Nasional Geopark Indonesia. “Di Gunungkidul ada Etalase Taman Bumi Ngingrong. Bermacam-macam jenis batuan di Gunungkidul ada di situ," ujarnya.
Namun, pihaknya mengakui progres pembangunannya terhenti akibat pandemi Covid-19. Refocusing anggaran memaksa pemerintah daerah memangkas kebutuhan anggaran. "Bahkan saya sampai ngemis (minta-minta) ke kabupaten lainnya baik di wilayah Jawa Tengah maupun Jawa Timur," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian mengatakan, aktivitas Etalase Taman Batu Ngingrong terbatas karena pandemi. Diakui, sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, butuh perbaikan. "Kami mengusulkan anggaran pemeliharaan untuk tahun depan," kata Muhammad Arif Aldian.
Untuk diketahui, proyek pembangunan Etalase Taman Batu Ngingrong digarap sejak 2015 dan menelan anggaran hingga mencapai Rp 5 miliar. Kini bangunan terkesan mangkrak. Bahkan pada APBD murni dan Perubahan 2022, Etalase Taman Batu Ngingrong tidak masuk dalam salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Gunungkidul. "Lampu penerangan bermasalah. Kerusakan fasilitas lain juga sudah kami sampaikan ke dispar," kata seorang penjaga Etalase Taman Batu Ngingrong, Anggit. (gun/bah) Editor : Editor Content