Jogja Cultural Festival 2026 Siap Digelar, Bakal Hadirkan Penggabungan Teknologi AI dan Budaya Jawa

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 19:47 WIB
SAH: Perwakilan dari Yayasan Kalimasada Nusantara, Sekber Keistimewaan DIY dan RayaTimes saat menandatangani perjanjian kerjasama gelaran JCF 2026 di Ndalem Poenakawan, Kamis (17/9/2026). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
SAH: Perwakilan dari Yayasan Kalimasada Nusantara, Sekber Keistimewaan DIY dan RayaTimes saat menandatangani perjanjian kerjasama gelaran JCF 2026 di Ndalem Poenakawan, Kamis (17/9/2026). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA

JOGJA - Perkembangan teknologi modern seperti Artificial Intelligence (AI) bakal dikolaborasikan dengan budaya Jogja lewat Jogja Cultural Festival (JCF). Agenda kolaborasi Yayasan Kalimasada Nusantara, Sekretariat Bersama (Sekber) Keistimewaan DIY dan Pawiyatan Pamong itu akan diselenggarakan pada akhir tahun mendatang.

Wakil Ketua Umum Yayasan Kalimasada Nusantara Syahdana Harjo mengatakan, JCF 2026 lahir dari proses diskusi dan elaborasi yang cukup panjang antar-elemen kebudayaan di Jogja. Konsep yang diusung dengan menggabungkan isu modern seperti AI dan teknologi dengan budaya Jogja.

Syahdana menegaskan, sasaran utama program ini menyasar para generasi muda serta elemen masyarakat luas. Menurutnya, anak muda perlu disentuh dengan pendekatan yang relevan agar kebudayaan lokal tidak tergerus arus zaman.

Baca Juga: Bongkar Kasus 2018–2019, Kejari Purworejo Sita Dokumen Penting dari Kantor Perumda Aneka Usaha

"Targetnya memang untuk Gen Z, anak muda, dan seluruh elemen masyarakat. Tujuan akhirnya agar budaya Jogja ini tetap bertahan di tengah segala tantangan modernisasi,” ujar Syahdana saat ditemui di salah satu di Kota Jogja, Kamis (17/9/2026)

Mengenai gambaran kegiatan, ia menjelaskan JCF 2026 akan mengusung tiga konsep utama. Meliputi aktivasi komunitas yang menyentuh ranah olahraga, seni budaya, hingga anak-anak. Lalu ruang diskusi publik dengan menghadirkan narasumber lintas bidang. Serta pentas panggung.

"Seluruh prosesi ini nantinya juga kita selaraskan dan elaborasikan dengan peringatan HUT Kota Jogja," jelas Syahdana. 

Baca Juga: Bongkar Kasus 2018–2019, Kejari Purworejo Sita Dokumen Penting dari Kantor Perumda Aneka Usaha

Ketua Sekber Keistimewaan DIY Widihasto Wasana Putra menambhakan, secara konsep JCF 2026 nantinya akan dikemas secara santai dan menarik agar relevan dengan karakter generasi muda. Namun tetap memiliki esensi untuk mengajak anak muda mencintai budaya, menyadari sejarah, serta membangun rasa kebersamaan antar sesama.

Widihasto menilai, keterlibatan generasi muda penting pelestarian budaya melalui pendekatan yang sesuai dengan gaya hidup mereka. Ia berharap JCF 2026 bisa menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana edukasi sejarah dan budaya yang inklusif bagi generasi muda di Jogjakarta.

“Tidak menutup kemungkinan JCF nanti akan banyak diwarnai dengan aktivitas musik, kuliner, olahraga, hingga traveling,” jelasnya.

Baca Juga: PLTP Gunung Ungaran Dinilai Berpotensi Dukung Energi Rendah Karbon

Sementara itu, Pimpinan Redaksi RayaTimes Dhimam Abror Djuraid menegaskan pihaknya akan mendukung seluruh rangkaian kegiatan JCF 2026. 

“Kami akan mendukung sepenuhnya program-program Jogja Cultural Festival ini dan juga seluruh program-program ulang tahun ke-270 Kota Jogja,” katanya. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Jogja Cultural Festival teknologi AI budaya jawa Penggabungan Sekber Keistimewaan