Sleman Jadi Tuan Rumah ASEAN Sports Day 2026, Dorong Diplomasi Olahraga dan Hidup Sehat

Magang Radar Jogja • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 14:36 WIB
ASEAN Sports Day (ASD) 2026. (ISTIMEWA)
ASEAN Sports Day (ASD) 2026. (ISTIMEWA)
 

 

SLEMAN - Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, resmi ditunjuk menjadi tuan rumah perhelatan internasional ASEAN Sports Day (ASD) 2026. 

Mengusung tema “Active Youth Healthy Future”, ajang ini dirancang untuk memperkuat diplomasi antarnegara sekaligus mengampanyekan gaya hidup aktif dan sehat bagi generasi muda.

Rangkaian utama ASD 2026 dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus hingga 6 September 2026, serta dilanjutkan dengan sejumlah agenda lanjutan pada 20 dan 27 September 2026.

Sebanyak 11 negara anggota ASEAN bersama tiga negara mitra, Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan, akan memeriahkan berbagai kegiatan yang memadukan olahraga, budaya, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal.'

Baca Juga: Jutaan Ikan Sapu-sapu Penuhi Sungai Juana Pati, Warga Serbu Tangkap untuk Diolah Jadi Pakan Ternak

Asisten Deputi Olahraga Masyarakat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Yayat Suyatna, menyampaikan bahwa ASD bukan sekadar ajang olahraga biasa, melainkan wadah interaksi antarmasyarakat dalam bingkai diplomasi.

"Harapannya ini bisa membangkitkan gelora olahraga masyarakat, khususnya di Yogyakarta," ujar Yayat saat konferensi pers di Sleman, Senin (24/8/2026).

Yayat menambahkan, perhelatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (Gemar).

Kemenpora akan mengoptimalkan pemanfaatan ruang publik, seperti kawasan Car Free Day, guna membangun kebiasaan berolahraga secara rutin.

Baca Juga: Waspada! Berikut Daftar 10 Kota Terpolusi di Indonesia Akibat Kabut Asap Karhutla 2026 

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Madya Kemenpora RI, Akbar Mia, menjelaskan bahwa ASD fokus pada aktivasi olahraga masyarakat sekaligus pelestarian olahraga tradisional.

Berbagai kegiatan menarik telah disiapkan, antara lain ASEAN Fun Run, Tour de Prambanan, School Hub, job fair, festival olahraga tradisional, workshop pencak silat, hingga ASEAN Trail Walk pada 27 September.

"Rangkaian kegiatan ini tidak hanya menyasar kebugaran fisik, tetapi juga kesehatan mental dan penguatan ekonomi," tutur Akbar.

Dampak positif terhadap ekonomi daerah juga disorot oleh Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto.

Baca Juga: Mantan Pelatih Timnas Indonesia U23 Iwan Setiawan Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun

Menurutnya, kehadiran kontingen internasional berpotensi besar menggairahkan sektor pariwisata, kuliner, ekonomi kreatif, serta menciptakan lapangan kerja baru di Sleman dan Yogyakarta.

Dukungan serupa datang dari pelaku industri perhotelan.

General Manager Hotel Loman Park Handono Suyatno Putro, menyatakan kesiapannya mendukung ASD 2026 dengan mengenalkan olahraga tradisional panah khas Jawa (jemparingan) serta menyediakan program wellness.

Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan komunitas pemuda, Kemenpora berharap ASEAN Sports Day 2026 mampu menjadikan olahraga sebagai budaya hidup sehat yang berkelanjutan, bukan sekadar perayaan sesaat. (Syofiyanti Ningsih DG Parany)

Editor : Meitika Candra Lantiva
Sumber : kemenpora.go.id
ASEAN Sports Day 2026 ASD 2026 Sleman Kemenpora RI Olahraga Masyarakat Jogja