MUNGKID - Pemkab Magelang menyiapkan strategi untuk mendongkrak kunjungan wisata sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui penyusunan kalender event 2026.
Sebanyak 99 kegiatan resmi telah dimasukkan dalam agenda tahunan, mencakup event seni budaya, olahraga, hingga kegiatan berbasis komunitas yang tersebar di berbagai wilayah.
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Mulyanto menyebut, penyusunan kalender event ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan kegiatan wisata yang berkelanjutan sepanjang tahun.
Kalender event 2026 tersebut telah di-launching langsung oleh bupati Magelang pada 31 Desember 2025.
Jumlahnya, kata dia, ada 99 event. Meliputi seni budaya, olahraga, dan kegiatan lainnya.
"Harapannya, ketika setiap minggu ada event, akan muncul multiplier effect bagi masyarakat, terutama masyarakat kecil, baik sebagai pelaku UMKM maupun penyedia homestay," ujarnya, Jumat (2/1).
Dari sisi inovasi, kalender event 2026 juga membawa perubahan. Sejumlah kegiatan yang sebelumnya berskala desa atau kecamatan kini diangkat menjadi event tingkat kabupaten, bahkan nasional dan internasional.
Satu contohnya adalah Gerebek Ojeg di Desa Sidomulyo, Salaman, yang kini akan dikembangkan menjadi gerebek tingkat Kabupaten Magelang.
Di sektor olahraga, pemkab memanfaatkan keberadaan GOR Pakubumi yang telah rampung akhir November 2025. Sejak fasilitas tersebut beroperasi, antusiasme penyelenggaraan event olahraga mulai terlihat.
Seperti karate. Selain itu, pemkab juga menyiapkan event berskala internasional di kawasan Borobudur. Setelah gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), rencananya pada Oktober–November 2026 akan digelar kontes binaraga tingkat internasional.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Disparpora Kabupaten Magelang Arif Rahman mengakui, capaian pariwisata pada tahun 2025 belum memenuhi target. Penurunan kunjungan wisatawan berdampak langsung pada PAD sektor pariwisata.
Target PAD sektor pariwisata tahun 2025 sebesar Rp 5 miliar, tapi realisasinya baru sekitar 85 persen. "Pendapatan dari objek wisata yang dikelola pemkab turun sekitar 15 persen dibanding tahun 2024," ungkap Arif.
Dia menyebut, penurunan tersebut sejalan dengan turunnya jumlah kunjungan wisatawan. Jika pada tahun 2024 jumlah wisatawan mencapai sekitar 2,8 juta orang, maka pada tahun 2025 angkanya turun menjadi kurang dari 2,5 juta.
"Kunjungan wisata mengikuti irama PAD. Kalau PAD turun 15 persen, kunjungan juga turun di kisaran itu," katanya.
Untuk 2026, pemkab memasang target lebih tinggi. PAD sektor pariwisata ditargetkan sekitar Rp 6 miliar. Target tersebut diharapkan bisa tercapai melalui inovasi event, promosi yang lebih masif, serta peningkatan kualitas destinasi wisata.
"Mudah-mudahan dengan kalender event dan inovasi-inovasi ini, target PAD Rp6 miliar bisa tercapai. Kami akan berusaha maksimal," ungkapnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo