MUNGKID – Untuk kali pertama, Pemerintah Desa Donorojo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang bakal menggelar Festival Balon Udara pada Minggu (28/9). Acara ini menjadi hiburan alternatif bagi warga sekaligus sarana edukasi tentang cara bermain balon udara yang aman.
Perwakilan panitia, Yogyo Susaptoyono menjelaskan, festival ini berbeda dengan tradisi balon udara yang biasa dilepas bebas ke langit. Sebab, panitia membatasi ketinggian maksimal balon hanya 50 meter dan semuanya ditautkan.
Selama ini, lanjut dia, balon udara sering dilepas dan berpotensi mengganggu penerbangan maupun keamanan udara. "Dalam festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa bermain balon juga bisa dilakukan dengan aman," kata Yogyo, Jumat (26/9).
Sekitar 20 balon udara dari berbagai komunitas di Wonosobo dipastikan ikut serta. Festival akan dimulai sejak pukul 05.00 pagi agar angin tidak terlalu kencang dan berakhir pada pukul 08.00. Selain pemandangan indah, pengunjung juga bisa menyaksikan langsung kreativitas komunitas balon.
Festival yang dipusatkan di Lapangan Donorojo ini juga menghadirkan berbagai hiburan pendukung. Mulai dari musik, senam massal, hingga bazar UMKM. Panitia membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin berjualan. Harapannya UMKM bisa tumbuh dan warga mendapat tambahan penghasilan dari kegiatan ini.
Untuk bisa masuk lapangan, pengunjung dikenakan harga tiket masuk Rp 30 ribu per orang. Panitia menargetkan ribuan orang akan hadir, dengan dukungan penuh dari pemerintah desa dan berbagai pihak lain.
Dia mengatakan, panitia juga sudah menyiapkan kantong-kantong parkir di sekitar lapangan. "Saat pengunjung datang, panitia akan langsung mengarahkan mulai dari pembelian tiket hingga area parkir," jelas Yogyo.
Selain untuk menghibur, Yogyo berharap, festival ini bisa menginspirasi daerah lain, khususnya Magelang, agar turut mengembangkan komunitas balon udara. "Karena ini baru pertama kali, semoga berjalan lancar dan bisa menjadi tradisi baru yang bermanfaat," sambungnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo