KEBUMEN - Perhelatan akbar Kebumen Fest yang berlangsung pada 23-30 Agustus 2025 menuai sorotan dari berbagai kalangan. Acara yang diinisiasi Pemkab Kebumen ini dinilai tidak berpihak kepada rakyat kecil.
Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kebumen Sarif Hidayatullah menyatakan, pemkab mestinya menawarkan konsep kegiatan yang inklusif bagi seluruh kalangan masyarakat. Terutama bagi mereka berpenghasilan rendah.
Ditegaskan, pemerintah perlu menghadirkan hiburan merakyat, bukan yang hanya bisa dinikmati segelintir orang. "Tentu menimbulkan pertanyaan, Kebumen Fest ini sebenarnya diadakan untuk siapa," tegas Syarif saat ditemui, Selasa (26/8).
Syarif juga mengingatkan agar festival yang digelar tidak menjadi ajang komersialisasi. Dia menyayangkan acara yang digadang-gadang sebagai ajang hiburan sekaligus promosi daerah tersebut justru terkesan menonjolkan sisi orientasi bisnis.
Seperti mahalnya tiket konser yang dianggap bersebrangan dengan status Kebumen sebagai kabupaten termiskin di Jawa Tengah. "Kenapa kemudian fasilitas umum diprivatisasi dengan agenda yang tidak bisa dinikmati seluruh masyarakat Kebumen," tegasnya.
Belum lagi, selama gelaran Kebumen Fest panitia telah membanderol lapak jualan dengan harga cukup fantastis. Yakni, mencapai Rp 7 juta selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Kondisi ini yang menurutnya tidak ada keberpihakan kepada pedagang kecil. "Lapak sampai harga segitu, bagi kami tidak masuk akal. Konsekuensinya harga barang di area festival pasti mahal tidak karuan," sambungnya.
Sebagai bentuk protes, kata Syarif, PMII telah memasang spanduk bertuliskan 'Masyarakat Miskin Dilarang Masuk!'. Spanduk tersebut dipasang di sekitar lokasi acara.
Menurutnya, konsep kegiatan Kebumen Fest tidak selaras dengan kondisi sekarang ditengah lemahnya daya beli masyarakat. "Logika sederhana. Hanya orang-orang punya uang yang bisa masuk. Penyelenggara harus instropeksi," ungkapnya.
Seperti diketahui, Kebumen Fest berlangsung masih dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-396 Kabupaten Kebumen. Selama delapan hari penyelenggara menyiapkan berbagai kegiatan. Di antaranya menampilkan potensi UMKM, gebyar literasi, lomba, pemarean, talkshow dan workshop.
Baca Juga: Mobil Mewah Menjadi Sasaran Demonstran di Depan Gedung DPR, Diduga Milik Pejabat
Selama kegiatan, juga terdapat hiburan berupa konser musik dengan mendatangkan artis dan band terkenal. Seperti Ari Lasso, NDX AKA, Guyon Waton, Nasida Ria hingga OM Adella. Adapun tiket konser yang dibanderol berkisar antara Rp 50 ribu-Rp 145 ribu. Sedangkan tiket area expo seharga Rp 5 ribu per pengunjung.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan, agenda yang digagas pemkab ini bukan sekedar hiburan, tapi juga wadah untuk memperkenalkan potensi Kebumen ke masyarakat luas.
Kebumen Fest juga simbol semangat kebersamaan dalam mendorong geliat ekonomi, pariwisata dan seni budaya. "Suksesnya acara ini cermin kebersamaan kita. Semoga membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kebumen," kata Lilis. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo