Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Yogyakarta Gamelan Festival 2025 Berlangsung: Semarak Harmoni Tradisi dan Modernitas

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 22 Juli 2025 | 17:38 WIB
Yogyakarta Gamelan Festival yang digelar pada 21-27 Juli 2025.
Yogyakarta Gamelan Festival yang digelar pada 21-27 Juli 2025.

 

RADAR JOGJA - Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) ke-30 di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta masih berlangsung hingga 27 Juli mendatang.

Beragam kegiatan dihelat menyatukan musik gamelan tradisional, pasar seni, instalasi kreatif dan ruang diskusi.

Acara ini gratis dan terbuka untuk umum.

Festival Director Ishari Sahida atau Ari Wulu menjelaskan tema tahun ini Festival Musik, Seni dan Anak Muda, dengan Spirit Gamelan.

Ia menegaskan bahwa YGF bukan hanya konser, tetapi ruang ekspresi seni yang dinamis dan inklusif, serta wadah pelestarian sekaligus inovasi gamelan.

Festival yang dibuka pada Senin, 21 Juli ini juga menandai ulang tahun ke-25 komunitas Gayam16 yang konsisten mengembangkan warisan budaya lokal.


Program Gabungan Tradisi & Inovasi

Berikut rangkuman program utama YGF 2025:

Gaung Gamelan – Senin, 21 Juli: Pembukaan spektakuler dengan ratusan pemain dari 16 kelompok karawitan mengeksekusi tiga gendhing gaya Yogyakarta secara bersamaan, tanpa penguatan suara modern.

Pasar & Panggung Cokekan – 21–27 Juli: Suasana “panggung rakyat” dengan kuliner lokal, kriya, workshop, dan pertunjukan spontan dari pengunjung.

Panggung Slenthem & Lokakarya “Gamelan Tanpa Tembok” – 22–24 Juli: Pertunjukan lintas disiplin, serta sesi edukasi untuk pemula mengenal gamelan lebih dekat.

Kongres Gamelan – Selasa, 22 Juli: Diskusi serius bersama pakar dan sesepuh, membahas strategi pelestarian gamelan di era digital.

Sorot Sumirat – 23–25 Juli: Kolaborasi antara musik gamelan dan video mapping, menampilkan karya visual beragam dari komunitas kreatif.

Konser Maestro – Rabu, 23 Juli: Sebagai penghormatan untuk maestro Sapto Raharjo, Harry Roesli, dan Djaduk Ferianto, melalui pertunjukan gamelan special.

Simak Siar – Kamis, 24 Juli: Kolaborasi lintas genre oleh musisi muda, membawa sentuhan modern kepada tradisi gamelan.

Konser Gamelan Internasional – 25–27 Juli: Pertunjukan akhir festival dengan musisi dari Indonesia dan luar negeri, seperti Kanada dan Cina, termasuk peserta lokakarya.

Festival ini menegaskan posisi gamelan bukan hanya warisan yang dipertahankan, tetapi juga seni yang hidup dan relevan di era modern.

YGF 2025 menjadi ruang nyata interaksi antara tradisi dan inovasi, seni dan komunitas menyatukan generasi dan lintas budaya melalui bunyi gamelan yang abadi dan berkembang. (Muhammad Taufik)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#2025 #YGF #gamelan #Yogyakarta #festival #modernitas #YGF 2025 #Yogyakarta Gamelan Festival #Musik #tradisi #harmoni