Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kulon Progo Sound Sport Competition Mengemas Drumband Jadi Rekreasi Masyarakat

Anom Bagaskoro • Minggu, 29 September 2024 | 22:55 WIB

MELEPAS: Kepala Disdikpora mengibarkan bendera start tanda memulai kegiatan street parade.
MELEPAS: Kepala Disdikpora mengibarkan bendera start tanda memulai kegiatan street parade.
KULON PROGO - Mengemas drumband sebagai salah satu aspek rekreasi masyarakat, Indonesian Drum Corps Association (IDCA) Kulon Progo menggelar Sound Sport Competition.

Organisasi dibawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) menyelenggarakan kegiatan ini, demi mempopulerkan drumband sebagai ajang rekreasi.

Sekaligus menyaring bibit unggul yang akan mewakili DIJ di Festival Olahraga Nasional (Formi) pada 2025 nanti.

"Kalau disini menyebutnya bukan atlet tetapi pegiat, lewat kegiatan ini akan menyaring untuk kompetisi nasional," ucap Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Nur Wahyudi, saat ditemui Radar Jogja, Minggu (29/9).

Nur menjelaskan, sound sport competition merupakan agenda tahunan yang diadakan IDCA Kulon Progo.

Sebagai salah atau organisasi dibawah Kormi, kompetisi mempunyai tujuan menyaring pegiat drumband untuk diutus mewakili kontingen DIY diajang nasional.

Di tahun 2025 nanti, Fornas akan diselenggarakan di NTB tepatnya Mandalika. Sehingga kegiatan kompetisi ini, berguna menyaring bibut unggulan untuk kompetisi nantinya.

Terlebih di tahun sebelumnya terdapat perwakilan pegiat asal Kulon Progo yang berhasil mendapatkan medali di Fornas.

Ketua Pelaksana Kulon Progo Sound Sport Competition Dian Korpriyaning Nugraha menjelaskan, dibawah Kormi drumband bukan sekedar olahraga.

Namun, drumband merupakan ajang rekreasi masyarakat.

Sehingga melalui kompetisi ini, pihaknya ingin memperkenalkan drumband sebagai ajang hiburan, rekreasi, sekaligus prestasi.

"Tujuannya untuk menghibur masyarakat, karena drumband merupakan komoditas rekreasi," ucap Dian.

Dian menyampaikan, untuk mengangkat drumband sebagai rekreasi, pihaknya membuat beberapa cabang lomba.

Di antaranya, mata lomba street parade, display drumband, dan drum battle. Penyelenggaraan dilakukan selama 2 hari di Gedung Olahraga (GOR) Cangkring mulai 28-29 September.

Penyelenggaraan sengaja dilakukan selama 2 hari. Mengingat animo peserta cukup banyak.

Terdapat 30 unit sekolah jenjang SD sampai dengan SMA yang mengikuti kompetisi ini. Setiap unit mengirimkan 60-80 siswa.

"Karena sifatnya rekreasi, kami membawa konsep baru satu-satunya di Kulon Progo yaitu drum battle," ujarnya.

Menurutnya, keunikan kompetisi yang diselenggarakan berupa adanya lomba drum battle.

Lomba drum battle mengangkat kecekatan pemain perkusi di sebuah kelompok drumband.

Pemain perkusi akan memainkan ketukan yang unik dan saling balas ketukan.

Momen ini menjadi hiburan favorit masyarakat, dan selalu ditunggu kehadirannya. 

Editor : Bahana.
#Kulon Progo #drum band #drumband