RADAR JOGJA - Kabar baik bagi penggemar dangdut Purawisata. Mandira Baruga, nama baru Purawisata sejak 2013 lalu, akan menggelar reuni dangdut Purawisata di Kawasan Mandira Baruga, Jl. Brigjen Katamso-Ireda, Keparakan, Mergangsan, Kota Jogja, Kamis (8/8).
Pentas dangdut di Kota Jogja dulu memang identik dengan Purawisata. Hal itu pula yang membuat manajemen merasa perlu mengganti brand Purawisata pada tahun 2013 lalu. Karena saat itu brand Purawisata sangat identik dengan musik dangdut.
“Turun di stasiun atau bandara kalau tujuan ke Purawisata pasti dikatakan mau nonton dangdut,” kata Komisaris Utama PT Ganesha Dwipaya Bakti Ulla Nuchrawaty, Minggu (4/8).
Baca Juga: Pemkab Sleman Targetkan Pemeliharaan Jalan Sepanjang 240 Kilometer pada tahun 2024
Baca Juga: Datangi Pemkot Jogja Minta Dilibatkan, Pedagang TM 2 Tuntut DED Relokasi Bisa Berubah
Kala itu musik dangdut identik dengan penampilan seronok dari para penyanyinya. Hal itu pula yang membuat PT Ganesha Dwipaya selaku pengelola Purawisata saat itu memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan pentas dangdut di Purawisata. Menurut Ulla, mendiang suaminya juga yang meminta saat itu tak ada lagi pentas dangdut di Purawisata.
Tak hanya itu. Manajemen pun memilih untuk mengubah persepsi dan image Purawisata. Melalui sayembara, dihasilkan nama baru Mandira Baruga sebagai pengganti nama Purawisata. Budayawan Emha Ainun Nadjib yang juga dewan juri mengatakan, kata Mandira berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti ruang Illahi. Sementara arti kata Baruga adalah tempat yang terhormat, kata ini berasal dari bahasa Bugis-Makassar. “Kami ingin jadi tempat bagi segala kesenian dan kebudayaan,” ungkapnya.
Baca Juga: Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru UNY Berlangsung Meriah, Diikuti 12.002 Orang
Seiring berjalannya waktu, musik dangdut bermetamorfosa. Kini tak lagi identik dengan penampilan dan goyangan seronok dari penyanyinya. Hal itu pula yang membuat manajemen kembali menghadirkan pentas dangdut di Mandira Baruga. Hanya kini lokasinya dipindahkan ke Amphiteater. “Ini test case, kalau peminatnya masih banyak bukan tak mungkin digelar kembali,” ungkapnya.
Diakuinya, sejak terakhir dipentaskan dulu, banyak penggemar dangdut di Jogja dan sekitarnya yang berharap pentas dangdut tetap dimainkan di Purawisata. Menurut dia, penggemar dangdut sebenarnya dari berbagai kalangan. Dia menyebut, banyak juga petinggi perusahaan hingga pejabat yang rutin menyaksikan pentas dangdut di Purawisata. "Dulu datangnya pakai jaket dan topi, berbaur dengan penonton lainnya," kata dia.
Editor : Heru Pratomo