Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kembalinya Legenda Pentas Dangdut di Purawisata, jika Ramai Bisa Jadi Reguler

Heru Pratomo • Selasa, 6 Agustus 2024 | 09:20 WIB
Ilustrasi musik dangdut
Ilustrasi musik dangdut

 

RADAR JOGJA - Kabar baik bagi penggemar dangdut Purawisata. Mandira Baruga, nama baru Purawisata sejak 2013 lalu, akan menggelar reuni dangdut Purawisata di Kawasan Mandira Baruga, Jl. Brigjen Katamso-Ireda, Keparakan, Mergangsan, Kota Jogja, Kamis (8/8).

 

Pentas dangdut di Kota Jogja dulu memang identik dengan Purawisata. Hal itu pula yang membuat manajemen merasa perlu mengganti brand Purawisata pada tahun 2013 lalu. Karena saat itu brand Purawisata sangat identik dengan musik dangdut.

“Turun di stasiun atau bandara kalau tujuan ke Purawisata pasti dikatakan mau nonton dangdut,” kata Komisaris Utama PT Ganesha Dwipaya Bakti Ulla Nuchrawaty, Minggu (4/8).

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Sungai Opak Bantul Ditemukan dalam Keadaan Meninggal Dunia, Kenali Warga Asal Pundong

Baca Juga: Pemkab Sleman Targetkan Pemeliharaan Jalan Sepanjang 240 Kilometer pada tahun 2024

Baca Juga: Datangi Pemkot Jogja Minta Dilibatkan, Pedagang TM 2 Tuntut DED Relokasi Bisa Berubah

Kala itu musik dangdut identik dengan penampilan seronok dari para penyanyinya. Hal itu pula yang membuat PT Ganesha Dwipaya selaku pengelola Purawisata saat itu memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan pentas dangdut di Purawisata. Menurut Ulla, mendiang suaminya juga yang meminta saat itu tak ada lagi pentas dangdut di Purawisata.

 

Tak hanya itu. Manajemen pun memilih untuk mengubah persepsi dan image Purawisata. Melalui sayembara, dihasilkan nama baru Mandira Baruga sebagai pengganti nama Purawisata. Budayawan Emha Ainun Nadjib yang juga dewan juri mengatakan, kata Mandira berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti ruang Illahi. Sementara arti kata Baruga adalah tempat yang terhormat, kata ini berasal dari bahasa Bugis-Makassar. “Kami ingin jadi tempat bagi segala kesenian dan kebudayaan,” ungkapnya.

 

 

Baca Juga: Tawuran Libatkan Pelajar SMP di Kabupaten Magelang, Seorang Warga Tewas dan Dua Terluka Terkena Sajam, Polisi Tangkap Tujuh Pelaku

Baca Juga: Balita di Kota Jogja Dipantau lewat Aplikasi JSS, Turunkan Prevalensi Stunting, Pemkot Jogja Luncurkan Pandu Sagita

Baca Juga: Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru UNY Berlangsung Meriah, Diikuti 12.002 Orang

Seiring berjalannya waktu, musik dangdut bermetamorfosa. Kini tak lagi identik dengan penampilan dan goyangan seronok dari penyanyinya. Hal itu pula yang membuat manajemen kembali menghadirkan pentas dangdut di Mandira Baruga. Hanya kini lokasinya dipindahkan ke Amphiteater. “Ini test case, kalau peminatnya masih banyak bukan tak mungkin digelar kembali,” ungkapnya.

Diakuinya, sejak terakhir dipentaskan dulu, banyak penggemar dangdut di Jogja dan sekitarnya yang berharap pentas dangdut tetap dimainkan di Purawisata. Menurut dia, penggemar dangdut sebenarnya dari berbagai kalangan. Dia menyebut, banyak juga petinggi perusahaan hingga pejabat yang rutin menyaksikan pentas dangdut di Purawisata. "Dulu datangnya pakai jaket dan topi, berbaur dengan penonton lainnya," kata dia.

Editor : Heru Pratomo
#emha ainun nadjib #Purawisata #pentas dangdut #Budaya #Mandira Baruga #penggemar #Seni #reuni #Musik #dangdut #penonton