RADAR JOGJA - Setelah sukses digelar tahun lalu, Winongo Jogja River Festival (WJRF) kembali hadir di Kota Yogyakarta pada 20 Juli 2024.
Festival tahunan ini akan kembali memeriahkan bantaran Sungai Winongo yang terletak di wilayah Pringgokusuman dan Tegalrejo.
Agenda tahunan ini selalu dinanti warga Yogyakarta dan menjadi ajang memperkenalkan keindahan dan potensi Sungai Winongo.
Festival yang diselenggarakan pada Sabtu, 20 Juli 2024 pukul 09.00-23.00 nanti akan diadakan di Area Bantaran Sungai Winongo Selatan, Lapangan Krupukan, Pringgokusuman dan Tegalrejo.
Acara ini direncanakan secara terstandar oleh KEN (Karima Even Nusantara), sebuah organisasi yang fokus pada pengembangan acara-acara budaya dan pariwisata di Yogyakarta.
Jogja River Festival 2024 akan menampilkan beragam kegiatan menarik, antara lain:
1. Merti Kali Winongo
Sebuah upacara adat pembersihan sungai Winongo yang melambangkan rasa syukur dan penghormatan masyarakat terhadap sumber kehidupan.
2. Panggung Musik
Pertunjukan musik dari berbagai aliran, menampilkan musisi-musisi lokal dan regional.
3. Dolanan Bocah
Permainan tradisional anak-anak, melestarikan warisan budaya Jawa.
4. Pasar EKRAF
Bazaar produk-produk kreatif dan inovatif dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar Sungai Winongo.
5. Bincang Kali
Sesi diskusi dan berbagi wawasan terkait pengelolaan dan pelestarian sungai Winongo.
6. Lomba Kali
Berbagai kompetisi yang berkaitan dengan sungai dan menarik.
Jogja River Festival 2023 yang lalu, telah menampilkan berbagai atraksi budaya, seni, dan ekonomi kreatif yang menarik, seperti Tumbuk Ageng-Angon Bocah, Memerti Sungai, mural, lomba melukis tampah, lomba sketsa, cosplay, fashion show, serta pertunjukan tari dan musik tradisional.
Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal, mencintai, dan menjaga kelestarian Sungai Winongo, yang memiliki peran penting bagi kehidupan warga Yogyakarta sejak zaman dahulu.
Selain itu, Jogja River Festival 2024 juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di sekitar bantaran sungai. (Akmal Haidar Alfath)
Editor : Winda Atika Ira Puspita