Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sardono W Kusumo Berkarya, Merawat Warisan Budaya di Mentawai Melalui Seni Tato

Annissa Alfi Karin • Sabtu, 26 Agustus 2023 | 17:07 WIB

 

TARI: Pertunjukan tari pada gelaran Artjog, Jumat (25/8). (ANNISA AK/RADAR JOGJA)
TARI: Pertunjukan tari pada gelaran Artjog, Jumat (25/8). (ANNISA AK/RADAR JOGJA)

RADAR JOGJA - Penutupan pameran seni Artjog tinggal menghitung hari. Gelaran yang dimulai pada 30 Juni lalu itu akan berakhir pada 27 Agustus. Menuju penutupan, Artjog menyajikan sebuah pertunjukan seni. Bertajuk "MEN TA (TOO) WAY: Merayakan Seni Rupa Tertua di Dunia”. Pertunjukan seni tari ini disutradarai oleh Sardono W Kusumo.

Sardono mengatakan dalam karya ini dia melakukan pendekatan desain budaya dengan masyarakat indogenous Mentawai. Banyak adat istiadat turun temurun dari nenek moyang yang masih tetap dipegang oleh masyarakatnya. Salah satunya tato.

"Suku Mentawai menganggap tato sebagai bagian dari peninggalan budaya yang memiliki nilai estetika dan makna simbolik bagi penggunanya, serta sebagai suatu hal yang sakral dan berfungsi sebagai simbol keseimbangan alam," ujarnya, Jumat malam (25/8).

Sardono menambahkan tato atau seni rajah di Suku Mentawai Sumatera Barat ini dikenal sebagai tato tertua di dunia. Meskipun begitu, banyak anak muda Mentawai mulai meninggalkan tradisi tato ini. Motif tato tertua dalam bentuk garis-garis yang sederhana dianggap memiliki keahlian yang bersangkutan dengan pengobatan atau yang disebut sebagai sikerei.

"Sikerei melakukan penyembuhan menggunakan tradisi etnobotani yang merupakan kegiatan pemanfaatan tumbuhan yang dilakukan dan dipertahankan secara turun-menurun sejak dahulu kala di masa nenek moyang. Tradisi tersebut tercipta dari kombinasi antara kebudayaan sosial masyarakat dengan keanekaragaman tumbuhan di daerah Mentawai," jelasnya. 

Melalui aspek-aspek ekofenomenologi di atas, karya yang berbasis seni dan lingkungan hidup ini berorientasi untuk mengembalikan dan merawat alam. Pada kehidupan masa kini seni mulai menyadari betapa pentingnya melawan arus kerusakan alam. Sehingga kesadaran tentang seni tato ini dapat merangsang empati pada keindahan flora dan fauna. Terutama tato sebagai seni rupa yang menggunakan tubuh sebagai media utama.

"Gejala visual yang sekarang disebut seni tato ini muncul sekitar 3000 tahun sebelum masehi. Pada perkembangannya saat ini, tato pada manusia adalah suatu bentuk modifikasi tubuh dan menjadi penanda identitas untuk menunjukkan eksistensi baik individu maupun kelompok," katanya. (isa/ila)

Editor : Reren Indranila
#tari #ArtJog #Seni