Salah satunya stand milik Paguyuban UMKM Disabilitas binaan PT Purinusa Ekapersada (Purinusa). PT Purinusa. Merupakan unit usaha dari Asia Pulp and Paper (APP) Sinar Mas Semarang.
Koordinator Paguyuban UMKM Disabilitas CH Ratna Windaryanti menuturkan Purinusa memiliki semangat untuk memajukan para pelaku UMKM. Selama ini pihaknya menerima bantuan dalam mengembangkan usahanya. Bantuan tersebut diterima dalam bentuk modal dan kesempatan mempromosikan produk dalam berbagai gelaran pameran.
"Kami mengenalkan produk hasil anggota paguyuban UMKM. Bererapa diantaranya dibuat dari limbah. Kami olah menjadi produk fashion dan craft. Seperti tatakan perabot, pouch, kain batik hingga sepatu," jelas Ratna, Jumat (3/3).
Ratna menambahkan saat ini telah ada rumah kreatif hasil kolaborasi bersama Purinusa. Rumah kreatif ini difungsikan sebagai tempat berkarya, pelatihan, dan workshop. Rumah kreatif bisa diakses untuk masyarakat umum, termasuk penyandang disabilitas.
"Saya berharap keberadaan rumah kreatif bisa membantu kelangsungan kehidupan keluarga penyandang disabilitas dan masyarakat sekitar yang membutuhkan. Minimal, anggota paguyuban yang tadinya belum memiliki softskill, saat ini sudah terampil dalam membuat produk fashion maupun craft," katanya.
Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari KLHK Agus Justianto mengapresiasi para pelaku UMKM yang turut terlibat pada gelaran Indogreen Forestry and Environment Expo 2023. Menurutnya, ini menjadi ajang untuk saling bertukar informasi. Guna mendukung perekonomian di Indonesia.
"Berbagai upaya oleh pemerintah pusat, daerah, akademisi, NGO, media, dunia usaha, serta elemen masyarakat dilakukan dalam mendukung pembangunan dan mendorong ekonomi nasional," ujarnya.
Ditempat terpisah, Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata mengungkapkan bantuan pada paguyuban UMKM merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat. Semangat ini dibangun sebagai wujud peran serta perusahaan dalam melibatkan, membina, dan bersinergi dengan masyarakat.
Pihaknya juga turut berperan aktif dalam aksi nyata memitigasi perubahan iklim. Sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
"Kami berupaya memperkuat program-program CSR di lingkup usaha kami. Program ini dijalankan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mencapai keberlanjutan lingkungan dan hutan. Serta menyejahterakan masyarakat sekitar operasional kami," kata Suhendra.
Saat ini setidaknya ada 87 UMKM di sekitar pabrik APP Sinar Mas telah dibina melalui program CSR. Seluruhnya bergerak di berbagai sektor. Mulai dari hortikultura, industri olahan makanan, hingga produk kerajinan.
"Hal ini sejalan dengan Sustainability Roadmap Vision (SRV) 2030 kami yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDG) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)," kata Suhendra. (Obi/isa/dwi) Editor : Editor News