​"Besok Kita Pergi Makan", Lagu Sal Priadi yang Ramai di Momen Wisuda

Frencia Keliat • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 14:01 WIB
Potongan lagu “Besok Kita Pergi Makan” Sal Priadi digunakan untuk mengiringi konten sidang dan wisuda sebagai ungkapan bangga atas perjuangan mahasiswa.




Sumber foto: https://share.google/g5YXHOHQ0rrqCGOZU
Potongan lagu “Besok Kita Pergi Makan” Sal Priadi digunakan untuk mengiringi konten sidang dan wisuda sebagai ungkapan bangga atas perjuangan mahasiswa. Sumber foto: https://share.google/g5YXHOHQ0rrqCGOZU 

 

YOGYAKARTA – Momen sidang dan wisuda menjadi salah satu pencapaian yang banyak diabadikan mahasiswa melalui media sosial. Selain foto dan video, pemilihan sound juga menjadi bagian penting untuk membuat unggahan terasa lebih emosional. Salah satu yang digunakan adalah potongan lagu “Besok Kita Pergi Makan” milik Sal Priadi dengan bagian lirik tentang hadiah sederhana dan rasa bangga.

Potongan tersebut terasa cocok untuk menggambarkan perjalanan mahasiswa yang akhirnya sampai pada tahap sidang atau wisuda. Setelah melewati tugas kuliah, praktik, penelitian, penyusunan skripsi, hingga revisi yang berulang, sebuah pencapaian kecil maupun besar tentu menjadi sesuatu yang layak dirayakan.

Lagu “Besok Kita Pergi Makan” sendiri dirilis Sal Priadi pada 20 Mei 2023 dengan durasi sekitar 3 menit 26 detik. Lagu tersebut mengangkat tema apresiasi kepada seseorang yang telah bekerja keras dan melewati perjalanan panjang.

Bagian yang paling banyak dikaitkan dengan momen apresiasi adalah kalimat tentang hadiah yang sederhana tetapi diberikan karena seseorang dianggap sangat membanggakan. Pesan tersebut kemudian terasa relevan ketika dipadukan dengan video mahasiswa yang selesai sidang, menerima ucapan selamat, atau mengenakan toga.

Di media sosial, CapCut bahkan memiliki template dengan tema “hadiah tak seberapa dariku karena kamu super membanggakan”. Template tersebut ditujukan untuk membuat video apresiasi dan dapat diisi dengan foto maupun video seseorang yang ingin dirayakan pencapaiannya. Pada halaman template tersebut juga terdapat kata kunci yang berkaitan dengan Sal Priadi dan “Besok Kita Pergi Makan”.

Penggunaan sound tersebut membuat momen sidang tidak hanya terlihat sebagai akhir dari kewajiban akademik. Bagi mahasiswa, sidang menjadi hasil dari perjalanan panjang yang mungkin tidak selalu terlihat oleh orang lain. Ada malam-malam mengerjakan skripsi, mencari referensi, bertemu dosen pembimbing, memperbaiki tulisan, hingga menghadapi rasa lelah dan tidak yakin terhadap diri sendiri.

Hal yang sama berlaku pada momen wisuda. Ketika seseorang akhirnya mengenakan toga dan berdiri di hadapan keluarga, pencapaian tersebut bukan hanya tentang selembar ijazah. Ada proses panjang yang membuat ucapan sederhana seperti “kamu super membanggakan” terasa lebih berarti.

Sound ini juga dapat digunakan oleh orang tua, sahabat, pasangan, maupun teman sebagai bentuk apresiasi. Foto perjalanan kuliah yang disusun menjadi video kemudian dipadukan dengan lagu tersebut dapat menjadi cara untuk mengatakan bahwa perjuangan selama ini telah dilihat dan dihargai.

Makna lagu Sal Priadi memang tidak secara khusus bercerita tentang wisuda atau sidang. Liriknya menggambarkan seseorang yang telah bekerja keras, melewati perjalanan yang melelahkan, kemudian diajak berhenti sejenak untuk menikmati waktu bersama. Karena itu, lagu tersebut dapat dimaknai lebih luas sebagai bentuk penghargaan kepada siapa pun yang sedang berjuang.

Pada akhirnya, tren penggunaan potongan “Besok Kita Pergi Makan” untuk konten pencapaian menunjukkan bagaimana sebuah lagu dapat menemukan makna baru di media sosial. Bagi mahasiswa yang sedang merayakan sidang atau wisuda, sound tersebut seolah menjadi ucapan sederhana setelah perjalanan panjang: hadiah mungkin tidak seberapa, tetapi perjuanganmu memang layak dibanggakan. (Frencia Keliat)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Wisuda 2026 Besok Kita Pergi Makan sidang skripsi Tren TikTok Sal Priadi