SLEMAN - Perjalanan 18 tahun di arena musik punk rock bukanlah waktu yang singkat. Memasuki usia kedewasaan tersebut, unit punk rock asal Kota Pelajar, Rebellion Rose, memantapkan langkahnya dengan menyelenggarakan pesta perayaan bertajuk YK Rebelfest Volume 3 (2026).
Rebellion Rose adalah grup musik punk rock asal Yogyakarta dan sekitarnya (termasuk Sleman) yang dibentuk pada 8 Agustus 2008 dan beranggotakan Fyan Sinner (vokal), Fahmi Muzaki/Max (gitar), Paulus Ryan (bass), serta Sandi "King" Gilang (drum).
Bekerja sama dengan Maha Creators, gelaran ini diposisikan sebagai apresiasi tulus serta kado istimewa bagi para pendukung setia mereka, Comrades Indonesia. Usungan tema "YK Rebelfest Adalah Rumah Kedua!" dan narasi "Saatnya Berlebihan" menegaskan komitmen perhelatan ini.
Acara akbar tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 27 September 2026, berlokasi di Stadion Internasional Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Gelaran ini diprediksi menjadi magnet bagi para pecinta musik independen dari berbagai belakangan wilayah.
Melalui gagasan "Solidarity First, Punkrock Forever", perhelatan tahun ini melepaskan diri dari sekadar pertunjukan musik keras biasa. Panggung ini dirancang sebagai ruang merawat kepedulian lingkungan, merajut ikatan sosial, dan menguatkan persaudaraan.
Baca Juga: Peneliti Internasional Kembali Teliti Formasi 'Bahtera Nuh' di Turki
Suasana hangat lintas generasi akan sangat terasa dengan deretan penampil dari berbagai genre independen. Sebanyak 23 grup musik ternama dipastikan siap menggetarkan tiga area panggung yang disiapkan panitia dengan skala beragam.
Panggung-panggung tersebut bakal dimeriahkan oleh Superman Is Dead, Rebellion Rose, Shaggy Dog, Endank Soekamti, Rocket Rockers, Marjinal, hingga Dongker. Penampil lain seperti Death Vomit, Down For Life, Bravesboy, Threesixty, Jangar, Begundal Lowokwaru, dan Stereowall turut melengkapi keheningan energi panggung.
Tak ketinggalan, aksi dari Over Distortion, The Jeblogs, Romi & The Jahats (RTJ), Lukanegara, Sukatani, Megatruh Soundsystem, Weekenders Service Crew (W.S.C), A Amis, serta Klab Reggae Hore (KRH) makin menyempurnakan pesta ini. Tagline "Welcome Home Sodaraku" menjadi ajakan terbuka untuk bernostalgia bersama.
Lebih dari sekadar hentakan musik, YK Rebelfest Vol. 3 turut membawa misi kemanusiaan dan kepedulian lingkungan hidup. Pihak penyelenggara merangkul sejumlah gerakan sosial untuk bergerak secara nyata di dalam lokasi arena.
Baca Juga: Instruksi Pemprov DIY, Pemkab Kulon Progo Lakukan Monev SPPG
Sebut saja kolaborasi dengan The Center of Orangutan Protection (COP) untuk edukasi pelestarian habitat hutan Kalimantan, serta Harvestmind yang menyuarakan pentingnya ketahanan pangan. Ada pula Perpustakaan Jalanan DIY yang konsisten membuka lapak baca sejak 2017.
Inisiatif lingkungan diwujudkan lewat gerakan Rebel Recycle x Ngrumat.id untuk mengelola sampah festival. Sektor olahraga rakyat diwakili Punk Football (Rainfall FC x Kalibrug FC), sedangkan penggiat rilisan fisik dinaungi oleh Record Store bersama kolektif Konspirasi Tuan Tanah (KTT).
Sesi pembukaan pintu masuk (open gate) dimulai pukul 11.30 WIB. Tiket masuk dijual secara daring melalui platform YesPlis dengan beberapa pilihan kategori, mulai dari Rp99.000 untuk Early Entry, Rp120.000 untuk Regular Pass, hingga paket 2 Persons Pass seharga Rp117.000 per tiket.
Acara ini juga mendapat dukungan dari berbagai jenama ternama serta mitra penyedia kuliner lokal maupun nasional. Kolaborasi antara energi musik keras dan kepedulian sosial ini diharapkan menjadikan YK Rebelfest titik temu hangat bagi komunitas di seluruh Nusantara.
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja