JOGJA – Industri film anak di Indonesia kembali kedatangan karya berkualitas yang sarat akan pesan edukasi dan imajinasi. Film ‘Pelangi di Mars’, sebuah proyek ambisius yang memadukan elemen science fiction (sci-fi) dan persahabatan, siap menyapa penonton di bioskop tanah air.
Film yang disutradarai oleh Upi Guava dan diproduseri oleh Dendi ini bukan sekadar hiburan visual. Selama 5,5 tahun proses penggarapannya sejak tahun 2020, tim produksi berupaya menghadirkan literasi sains bagi anak-anak Indonesia melalui karakter robot-robot orisinal yang ikonik.
Hadirkan Robot dengan Kearifan Lokal: Karakter ‘Batik’ yang ‘Nyeni’
Salah satu daya tarik unik dalam film ini adalah kehadiran karakter robot bernama Batik, yang disuarakan oleh Bimo Kusumo. Karakter ini membawa unsur budaya Jawa yang kental dengan jargon khasnya, "Monggo".
"Kami ingin menunjukkan bahwa kita bangga jadi orang Indonesia. Di film ini, Pelangi dan Batik memimpin robot-robot dari luar negeri. Ini adalah IP (Intellectual Property) asli Indonesia," ujar Dendi saat menyapa penonton di Empire XXI Jogja, Minggu (22/3/2026).
Selain Batik, penonton juga akan diperkenalkan dengan robot-robot lain seperti Sulil dan Petya, serta karakter Desi yang gerakan dan suaranya diisi oleh body & voice actor Vanya. Aktris cilik Messy Gusti juga turut memperkuat jajaran pemain sebagai pemeran Pelangi.
Misi Besar: Mengembalikan Anak ke Bioskop dan Berani Bermimpi
Upi Guava mengungkapkan bahwa tantangan menggarap film ini sangat luar biasa. Namun, motivasi utamanya adalah kerinduan akan ruang bioskop yang ramah anak.
"Bioskop sudah lama tidak menjadi ruang ramah anak. Saya ingin anak-anak punya mimpi yang lebih luas dari sekadar layar ponsel mereka," tegas Upi.
Film ini juga memberikan penghormatan khusus kepada tokoh astronot perempuan pertama Indonesia, Pratiwi Sudarmono, yang namanya diabadikan dalam cerita film ini. Tujuannya jelas: agar anak-anak Indonesia terinspirasi menjadi astronot, ilmuwan, dan penakluk dunia di masa depan.
Pesan Persahabatan di Balik Kecanggihan Teknologi
Meski dibalut dengan teknologi robotik yang canggih, inti dari ‘Pelangi di Mars’ adalah tentang persahabatan. Film ini menggambarkan bagaimana sahabat tetap saling menyayangi meski sering terlibat pertengkaran kecil, sebuah pesan yang sangat relevan dengan keseharian anak-anak.
Bagi warga Jogja dan sekitarnya, film ini menjadi tontonan wajib keluarga untuk mengisi waktu luang sekaligus memberikan asupan konten lokal yang edukatif.
Ingin tahu bagaimana aksi Batik, Pelangi, dan kawan-kawan menyelamatkan bumi? Segera cek jadwal penayangannya di bioskop kesayangan Anda dan dukung terus karya asli anak bangsa. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin