RADAR JOGJA - Warganet dikejutkan oleh kabar duka meninggalnya Lula Lahfah, influencer sekaligus kekasih Reza Arap pada Jumat (23/1/2026) malam.
Lula Lahfah ditemukan sudah tidak bernyawa di Apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
Kabar mengejutkan ini memicu berbagai asumsi liar yang bermunculan di media sosial.
Banyak warganet mengaitkan ini dengan riwayat penyakit yang pernah diderita Lula Lahfah.
Mulai dari masalah GERD, radang usus, hingga infeksi saluran kemih sering diceritakan oleh Lula Lahfah lewat media sosial.
Beredar juga sebuah surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh Mardhiyah Medical Clinic.
Surat tersebut menyebut penyebab kematiannya adalah henti jantung atau henti nafas.
Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai keaslian foto itu.
Spekulasi mengenai penyebab meninggalnya Lula Lahfah terus bergulir panas di media sosial.
Warganet ramai-ramai mengaitkan kasus ini dengan berbagai riwayat kesehatan lamanya.
Hal ini memicu pertanyaan besar mengenai kondisi medis yang mungkin dialami.
Berikut penjelasan terkait deretan penyakit yang dikaitkan dengan meninggalnya Lula Lahfah yang dilansir dari beberapa sumber.
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)
GERD adalah sebuah kondisi sistem pencernaan ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan.
Hal ini menimbulkan sensasi nyeri panas di area ulu hati.
Dada bagian bawah dan perut juga akan terasa sangat tidak nyaman.
Penyebab utamanya seringkali berasal dari pola konsumsi makanan yang kurang sehat.
Makanan pedas, berlemak, gorengan, dan susu adalah pemicu utamanya.
Selain itu, kegemukan dan efek samping obat-obatan tertentu juga berpengaruh.
Gaya hidup buruk dapat memperparah gejala penyakit asam lambung ini.
Merokok dan kebiasaan makan terlalu larut malam sangat tidak disarankan.
Makan berlebihan hingga perut penuh tekanan juga memicu naiknya asam.
Gejalanya meliputi rasa terbakar di dada yang menjalar ke leher.
Mulut sering terasa asam atau pahit disertai bau napas tak sedap.
Penderita juga kerap bersendawa, mual, hingga mengalami batuk tanpa dahak.
Baca Juga: Ramai di Media Sosial, Giveaway Willie Salim dan Toni Cu Disebut Settingan
Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih terjadi ketika organ dalam sistem kemih mengalami infeksi bakteri.
Kondisi ini paling sering menyerang bagian kandung kemih dan uretra.
Akibatnya, proses pembuangan urine dari tubuh menjadi terhambat.
Penyebab umumnya adalah masuknya bakteri melalui saluran uretra ke dalam saluran kemih.
Bakteri jenis E coli merupakan salah satu penyebab yang paling sering ditemukan.
Selain bakteri, gangguan seperti pada ginjal juga bisa memicu infeksi ini.
Gejala yang paling umum dirasakan adalah nyeri saat buang air kecil.
Frekuensi untuk kencing akan meningkat namun urine yang keluar hanya sedikit.
Warna urine pun cenderung keruh dan terkadang bisa juga disertai darah.
Penderita juga mungkin merasakan gejala fisik lain yang mengganggu, seperti punggung atau perut bagian bawah terasa nyeri seperti tertekan.
Tubuh akan merespons dengan demam, menggigil, serta rasa lelah.
Radang Usus
Penyakit ini merupakan peradangan kronis pada saluran pencernaan manusia. Istilah ini mencakup kondisi kolitis ulseratif dan penyakit Crohn.
Jika tidak ditangani secara serius, dampaknya bisa sangat fatal.
Penyebab pasti dari radang usus sebenarnya belum diketahui secara jelas.
Diduga kuat penyebabnya adalah kelainan pada fungsi sistem kekebalan tubuh atau sistem imun yang harusnya melawan virus justru menyerang dinding usus.
Stres dan diet juga disebut sebagai faktor yang bisa memperparah gejala radang usus ini.
Gejala dari penyakit ini biasanya terlihat dari perubahan kondisi tubuh yang biasanya sering mengalami diare, kram perut, hingga penurunan berat badan.
Seringkali juga ditemukan darah pada feses saat buang air besar.
Henti Jantung
Henti jantung adalah kondisi darurat medis saat jantung berhenti berdetak.
Kondisi ini menyebabkan pasokan darah dan oksigen ke seluruh organ vital tubuh terhenti total sehingga kerusakan permanen hingga kematian seketika.
Penyebabnya bisa terjadi karena gangguan irama jantung atau aritmia.
Sinyal listrik jantung terganggu sehingga detaknya menjadi tidak teratur.
Akibatnya, otot jantung gagal memompa darah secara efektif ke tubuh.
Serangan jantung atau infark miokard juga menjadi pemicu henti jantung.
Aliran darah tersumbat membuat sel jantung mati karena kurang oksigen.
Kerusakan parah pada jantung ini berpotensi memicu henti jantung mendadak.
Faktor risiko lainnya yang dapat memicu henti jantung meliputi penggunaan obat terlarang atau overdosis obat resep, Kekurangan oksigen (hipoksia), trauma pada dada, dan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh juga dapat menyebabkan kondisi henti jantung ini.
Meskipun berbagai macam spekulasi beredar di media sosial, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai kebenaran informasi tersebut.
Kepastian mengenai penyebab utama meninggalnya sang influencer masih belum terverifikasi. (Aqbil Faza Maulana)
Editor : Meitika Candra Lantiva