RADAR JOGJA - Buku “Broken Strings” karya aktris Aurelie Moeremans tengah menjadi perbincangan luas di media sosial.
Lewat buku tersebut, Aurelie secara terbuka mengungkap pengalaman kelam yang pernah dialaminya, mulai dari menjadi korban grooming hingga pernikahan paksa, yang membuat namanya kembali menjadi sorotan warganet
Buku berjudul Broken Strings tersebut menjadi viral karena memuat pengakuan Aurelie sebagai korban grooming yang diduga dilakukan oleh sesama rekan artis.
Dalam bukunya, Aurelie mengungkap bahwa ia mengalami grooming sejak usia 15 tahun, sementara pelaku disebut berusia 29 tahun pada saat kejadian.
Tak hanya itu, Aurelie juga menceritakan pengalaman traumatis lainnya, mulai dari revenge porn, pernikahan paksa, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialaminya.
Dalam buku tersebut, Aurelie juga mengungkap awal mula dirinya bisa terjerat dalam hubungan tersebut.
Ia menceritakan bahwa kedekatan itu bermula dari cinta lokasi saat membintangi sebuah iklan bersama pelaku.
Seiring berjalannya waktu, hubungan yang awalnya terasa wajar itu berubah menjadi relasi yang tidak sehat.
Aurelie mengaku kerap mengalami tekanan dan ancaman, yang membuatnya merasa terintimidasi, kehilangan kepercayaan diri, serta tidak berani mengambil sebuah tindakan karena merasa dirinya “kecil.”
Menurut pengakuan Aurelie, saat menulis Broken Strings dirinya mengaku belum sepenuhnya pulih dari trauma yang dialaminya.
Ia menyebut proses penulisan buku tersebut justru menjadi bagian dari upayanya untuk menuju pemulihan.
“Aku belum sepenuhnya sembuh saat menulis buku ini.
Menulis justru jadi bagian dari proses sembuhku. Aku pelan-pelan belajar jujur pada diri sendiri, mencari bantuan yang tepat, dan berhenti memaksa diri untuk ‘baik-baik saja’.
Dari situ penyembuhan mulai terjadi,” tulis Aurelie melalui saluran akun Instagram Broken Strings Circle.
Lebih lanjut, Aurelie menegaskan bahwa buku yang ditulisnya bukan sekadar kisah masa lalu, melainkan sebuah ajakan agar publik lebih sadar dan peka terhadap bentuk-bentuk kekerasan yang kerap tersamarkan atas nama cinta.
“This book is not just a story of the past, but a call to open our eyes and hearts to the violence that often hides behind the word ‘love’,” ungkap Aurelie dalam bukunya Broken Strings (versi bahasa Inggris), halaman 195.
Buku tersebut pun menuai beragam respons dari warganet.
Banyak yang menyampaikan dukungan dan empati, sementara sebagian lainnya mengaku merasa sedih, marah, hingga tersentuh setelah membaca kisah yang diungkapkan Aurelie.
“Hampir 5-6 jam baca secara utuh. Saya melihat Aurelie dari dulu itu sosok yang istimewa, gak nyangka ada kejadian ini. Nyesek bacanya, dia hebat, wanita tangguh,” ungkap akun X dengan username @DewaOrxon.
“Ayo kita push berita ini biar masuk penjara si bobby,” ungkap akun X @diannastyles45.
“Ikut bahagia dan lega ngeliat kehidupan Aurelie sekarang, hidup bahagia, tinggal di LN (Luar Negeri), nikah sama dokter yang treat dia like a princess. Like, omg! you really deserve all of this after the storms you’ve been through in your life aurelie,” ujar akun X @sukakehujanann. (Salwa Caesy)
Editor : Meitika Candra Lantiva