Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Miss Malaysia dan Indonesia Tuai Pujian di Panggung Kontes Transpuan: Miss International Queen 2025

Meitika Candra Lantiva • Senin, 22 September 2025 | 22:58 WIB
Caption: Kontestan berselebrasi dengan runner-up Miss International Queen 2025.
Caption: Kontestan berselebrasi dengan runner-up Miss International Queen 2025.


RADAR JOGJA - Ajang kecantikan tahunan untuk perempuan transgender digelar di Pattaya, Chonburi, Thailand, Sabtu tahun ini (20/9/2025).

Pemenang mahkota Miss International Queen edisi 2025 diraih oleh Miss USA, Minori Monet.

Momen Bahagia ini juga diwarnai dengan kejadian kurang mengenakkan.

Pasalnya, banyak kontestan yang berselebrasi dengan runner-up, yakni Miss Kuba, Olivia Loren, sementara Monet dibiarkan sendirian.

Situasi itu memicu beragam komentar di media sosial.

Sebagian warganet menilai hal tersebut wajar karena ada etika dalam kontes kecantikan, di mana runner-up biasanya mendapat ucapan selamat terlebih dahulu sebelum pemenang utama banyak warganet berpendapat hal ini terjadi karena suatu etika di kontes kecantikan, di mana runner-up diberi selamat terlebih dahulu.

Tetapi warganet justru mengapresiasi Miss Indonesia, Kaycia Lee, dan Miss Malaysia, Khloe Ambrose.

Mereka menjadi kontestan pertama yang memberi selamat kepala Monet.

Sikap hangat dan sportif itu terekam dalam video yang viral di TikTok, dengan jumlah penonton menembus lebih dari 10 juta kali.

Banyak warganet mengapresiasi tindakan mereka yang dianggap elegan, menonjolkan nilai sportivitas sekaligus persahabatan antar peserta.

Sikap Lee dan Ambrose dinilai elegan dan sportif.

Tak lama setelah itu, baru kontestan lainnya menghampiri sang pemenang Miss International Queen 2025.

Di sisi lain, runner-up Olivia Loren memicu kontroversi usai menyampaikan komentar yang dianggap menyiratkan ketidaksetujuan terhadap hasil kompetisi.

Dalam sebuah wawancara, Loren mengatakan bahwa ajang tahun ini “melampaui kecantikan” dan mengaku sempat mengalami perundungan selama masa karantina karena dianggap masih memiliki ciri laki-laki.

Ketika ditanya soal kemenangan Monet, Loren menanggapi dengan nada ragu. “Pihak penyelenggara akan memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan jika itu yang mereka pilih,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menuai kritik tajam dari publik karena dianggap meremehkan pencapaian Monet.

Tak lama kemudian, Loren menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Ia menegaskan sudah berbicara langsung dengan Monet serta kontestan lain untuk meluruskan pernyataannya.

Permintaan maaf itu disampaikan sebagai upaya menjaga semangat solidaritas dan persahabatan yang menjadi nilai utama dalam ajang Miss International Queen. (Nugrahaningtyas)



Editor : Meitika Candra Lantiva
#Miss Malaysia #Kontes Transpuan #pujian #perempuan transgender #Miss International Queen 2025 #miss indonesia #Indonesia