RADAR JOGJA – Anggota DPR RI terpilih dari kalangan artis, Nafa Urbach, menjadi sorotan tajam warganet setelah pernyataannya yang dianggap mendukung kenaikan tunjangan anggota dewan.
Akibatnya, media sosialnya langsung dibanjiri kritik pedas dari berbagai pihak.
Menanggapi gelombang kemarahan publik, Nafa Urbach segera meminta maaf dan memberikan klarifikasi.
Awal mula kontroversi ini adalah ketika Nafa Urbach, dalam sebuah wawancara, menyatakan bahwa tunjangan sebesar Rp50 juta per bulan untuk anggota DPR adalah hal yang wajar.
Menurutnya, tunjangan tersebut diperlukan untuk menunjang kinerja dan operasional para wakil rakyat yang memiliki mobilitas tinggi.
Pernyataan ini sontak memicu kemarahan publik, yang menilai usulan tersebut tidak etis di tengah kondisi ekonomi rakyat yang sedang sulit.
"Ini bukan kenaikan. Itu kompensasi rumah jabatan. Rumah jabatan yang sekarang ini sudah tidak ada," ucapnya di TikTok pribadinya.
”Anggota Dewan itu tidak dapat rumah jabatan dikarenakan banyak sekali Anggota Dewan yang dari luar kota, maka dari itu banyak sekali Anggota Dewan yang kontrak di dekat Senayan supaya memudahkan mereka untuk ke DPR ke kantor," tuturnya.
"Saya aja yang tinggalnya di Bintaro itu macetnya luar biasa. Ini udah setengah jam di perjalanan masih macet," tambahnya.
Dalam klarifikasinya, Nafa menjelaskan bahwa ia tidak bermaksud mendukung kenaikan tunjangan secara membabi buta.
Ia hanya ingin menyampaikan sudut pandang tentang biaya operasional yang memang diperlukan oleh anggota DPR untuk menjalankan tugasnya.
Namun, ia menyadari bahwa cara penyampaiannya salah dan tidak sensitif terhadap kondisi publik.
"Saya minta maaf. Pernyataan saya kemarin mungkin tidak tepat dan tidak bijaksana," tulis Nafa Urbach di akun media sosialnya.
"Saya sadar, di tengah kondisi masyarakat yang sedang berjuang, pernyataan saya sangat menyakiti hati banyak orang," tutur nafa Urbach.
"Saya sebagai wakil rakyat akan terus berjuang untuk kepentingan masyarakat. Saya akan lebih berhati-hati dalam setiap pernyataan ke depannya," tambahnya.
Permintaan maaf Nafa Urbach ini mendapat beragam respons.
Ada yang mengapresiasi karena ia berani mengakui kesalahannya, tetapi tidak sedikit juga yang tetap melayangkan kritik.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para pejabat publik, terutama yang berasal dari kalangan figur publik.
Bahwa setiap kata yang diucapkan dapat memicu reaksi besar.
Kepekaan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat adalah hal yang mutlak harus dimiliki oleh setiap wakil rakyat. (Chintya Maharani)