SLEMAN - Komunikasi menjadi kunci kebahagiaan dalam rumah tangga.
Komunikasi pula yang akan menjadi penentu seorang anak dan orang tua bisa meraih harmonisasi.
Demikian pesan yang bisa dipetik dari film Bertaut Rindu.
Jika komunikasi antara orang tua dan anak tidak terjalin dengan baik, maka akan muncul persoalan-persoalan yang makin lama makin berat.
Dan semakin sulit untuk terurai.
"Dari film ini dapat diambil pelajaran penting, bahwa orang tua dan anak harus bisa memahami satu sama lain," ujar Ari Irham, usai screening Bertaut Rindu di XXI Amplaz, Sleman (20/7/2025).
Pemeran Magnus itu menegaskan komunikasi dua arah sangat penting dalam sebuah keluarga.
Agar orang tua mengerti keinginan anaknya, begitu juga sebaliknya.
Sementara, Adhisty Zara mengatakan Bertaut Rindu sangat cocok ditonton sekeluarga.
"Agar bisa memahami bahwa masalah komunikasi antara anak dan orang tua itu sangat penting," kata pemeran Jovanka.
Bertaut Rindu akan resmi diputar di bioskop seluruh Indonesia pada 31 Juli 2025.
Bertaut Rindu diadaptasi dari novel berjudul sama karya Tian Topandi.
Dibintangi oleh Adhisty Zara dan Ari Irham, film terbaru produksi SinemArt.
Bertaut Rindu bukan sekadar kisah cinta remaja, tetapi tentang kehilangan arah, luka keluarga, dan keberanian untuk mempertahankan mimpi.
Film ini juga akan memperlihatkan bahwa adanya support system bisa membawa kekuatan tersendiri untuk mewujudkan dan merayakan impian.
Film Bertaut Rindu disutradarai oleh Rako Prijanto.
Bekerja sama dengan Lintang Pramudya
Wardhani sebagai penulis naskah dan Fahry Fachrudin selaku produser. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin