Laskar Mataram Indonesia
Bertandinglah Lebih Semangat
Kau Harus Menang
Kami di Sini Bersamamu
Mendukung dan Menunggumu
Ke Divisi Utama
Itulah penggalan lirik lagu ”Fortuna” milik bank DOM 65. Diciptakan sebagai penyemangat bagi PSIM Jogja untuk menuju Divisi Utama atau kini Liga 1. Kasta teratas Liga Indonesia. Tahun ini Laskar Mataram sukses promosi sekaligus juara Liga 2. ”Fortuna” pun dipensiunkan.
DOM 65 adalah band sreetpunk yang beranggotakan kakak beradik Adnan Kusuma dan Imam Senoaji, terbentuk pada akhir 1997 di Jogjakarta. Dalam perjalanan bermusiknya, DOM 65 cukup banyak memiliki irisan dengan PSIM, sebab kedua kakak beradik tersebut juga merupakan supporter PSIM. "Kami tinggal di dekat Mandala Krida, jadi sejak kecil sudah terbiasa nonton PSIM. Akhirnya tumbuh juga menjadi supporter," kata Imam pada Radar Jogja, Rabu (28/2).
Terkait lagu ”Fortuna”, Imam menuturkan lagu tersebut memang sengaja diciptakan untuk PSIM. "Tema lagu itu soal struggle dan perjuangan. Kami buat lagu itu untuk menyemangati tim," ungkapnya.
Disebutkan, ”Fortuna” sendiri dirilis pada 2002 silam, dan diikutkan dalam kompilasi Oi! The Pinalty!. "Waktu itu ada ide membuat kompilasi lagu bertema sepakbola, dan untuk mengisi kompilasi itu kami buat Fortuna," lontarnya.
Menariknya, ada cerita lain di balik lagu ”Fortuna” tersebut. Yakni, Imam dan Adnan bersepakat bahwa lagu tersebut akan dipensiunkan untuk dinyanyikan jika PSIM berhasil promosi ke Liga 1.
"Tidak terpikirkan mimpi promosi liga 1 sekarang tercapai, ketika sudah benar-benar promosi, jujur siap dan tidak lagu itu harus dipensiunkan," lontarnya."Ada senang dan sedih juga, senang karena penantian belasan tahun tercapai, tapi sedih juga harus dipensiunkan.”
Secara pribadi, Imam mengaku masih merasa campur aduk dengan pencapaian PSIM yang berhasil promosi ke Liga 1. Diakuinya, ia sendiri sudah menonton PSIM sejak medio 1990-an awal, dan telah menjadi saksi asam garam perjalanan PSIM. "Perasaannya masih belum merasa seperti nyata, mungkin nanti kalau musim baru liga 1 dimulai, baru terasa nyata," kelakarnya.
Penuturan lain datang dari Adnan, secara tegas ia menekankan siap untuk memensiunkan lagu ”Fortuna”. Bahkan, ia jadi salah satu orang yang mencetuskan ide untuk mempensiunkan lagu tersebut. "Siap dan harus pensiun. Saya justru yang paling menginginkan untuk pensiun lagu itu," tegasnya.
Dari yang diingatnya, kalimat atau rencana untuk mempensiunkan lagu ”Fortuna” sudah ada beberapa tahun setelah lagu diciptakan. Sempat benar dipensiunkan atau berhenti dibawakan saat PSIM lolos divisi utama medio 2005. "Bisa dibilang selama hampir 18 tahun, kami setiap tahun berharap lagu itu bisa pensiun," bebernya.
Adnan bercerita, ide awal penciptaan lagu ”Fortuna” sendiri datang saat ia dan Imam menonton langsung pertandingan PSIM, medio 2000an awal. "Saat itu yang nonton mungkin 80 atau 100 orang, pada tiduran di tribun dan sepi sekali stadion. Itu jadi inspirasi lagu. Imam bikin lirik lagunya di tribun itu," paparnya.
Menyongsong Liga 1 tahun depan, Adnan dan Imam mengaku tidak terlalu banyak berekspektasi. Satu hal yang secara tegas dinyatakan nya adalah, jangan sampai langsung terdegradasi dan kembali ke Liga 2. "Target realistis di liga 1 semoga tidak degradasi. Jangan hanya numpang lewat saja," pesannya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo