RADAR JOGJA - Gloomy Sunday adalah sebuah lagu yang telah lama dikelilingi oleh kisah misteri dan rumor menakutkan.
Ditulis pada tahun 1933 oleh komposer Hungaria, Rezső Seress, lagu ini sering disebut sebagai "lagu bunuh diri" karena serangkaian kematian yang diklaim terkait dengan lagu tersebut.
Lagu ini awalnya ditulis di Budapest oleh Seress, yang sedang mengalami depresi setelah putus cinta.
Lirik aslinya ditulis oleh László Jávor, seorang penyair Hungaria, dan menggambarkan seseorang yang ingin bunuh diri karena putus asa setelah kehilangan kekasihnya.
Ada versi lain dari lirik yang ditulis oleh Seress sendiri, yang menceritakan kehancuran dunia dan penderitaan manusia yang sangat dalam.
Dengan melodi yang sangat melankolis dan lirik yang menyayat hati, "Gloomy Sunday" menciptakan suasana yang suram.
Lagu ini menggambarkan perasaan depresi mendalam dan kehancuran, hingga menyebabkan orang yang mendengarnya merasakan kesedihan yang luar biasa.
Kisah misteri mulai berkembang ketika banyak laporan kematian, terutama bunuh diri, dihubungkan dengan lagu ini.
Setelah dirilis, beberapa orang di Hungaria dilaporkan bunuh diri setelah mendengar lagu tersebut, bahkan ada yang meninggalkan catatan terakhir yang menyebutkan lirik “Gloomy Sunday”.
Karena banyaknya insiden bunuh diri yang diduga terkait dengan lagu ini, beberapa stasiun radio di Hungaria melarang pemutaran lagu tersebut.
Rumor serupa juga menyebar di negara-negara lain, seperti Amerika Serikat dan Inggris.
Salah satu kisah terkenal yang menambah misteri ini adalah kabar bahwa kekasih Rezső Seress sendiri, yang menginspirasinya untuk menulis lagu ini, juga bunuh diri setelah mendengarnya.
Selain itu, Seress sendiri hidup dalam kesedihan yang mendalam, dan akhirnya meninggal pada 1968, juga melalui tindakan bunuh diri.
Karena reputasi kelamnya, "Gloomy Sunday" mendapat julukan sebagai “Lagu Bunuh Diri”.
Bahkan, pada tahun 1941, BBC melarang pemutaran versi vokal dari lagu tersebut, meskipun versi instrumentalnya masih diperbolehkan.
Larangan tersebut berlangsung hingga beberapa dekade, meskipun akhirnya dicabut.
Walaupun misteri seputar "Gloomy Sunday" sebagian besar didasarkan pada rumor dan kebetulan, dampaknya terhadap budaya populer tetap signifikan.
Lagu ini telah dicover oleh banyak artis terkenal, termasuk Billie Holiday, yang memperkenalkannya kepada audiens Amerika Serikat dengan gaya jazz pada tahun 1941.
Versi Holiday adalah salah satu yang paling terkenal dan sering dikaitkan dengan suasana hati yang kelam dari lagu ini.
Meskipun banyak yang percaya bahwa "Gloomy Sunday" memicu gelombang bunuh diri, tidak ada bukti konkret yang mendukung klaim tersebut.
Penelitian modern menunjukkan bahwa lagu ini mungkin hanya berfungsi sebagai pencerminan dari suasana hati yang sudah ada di masyarakat saat itu, terutama karena masa Depresi Besar dan suasana global yang dipenuhi penderitaan.
Lagu ini telah menjadi simbol dari ekspresi kesedihan mendalam, dan meskipun misteri dan rumor bunuh diri terus menyelimutinya, tidak ada bukti langsung yang menghubungkan lagu tersebut dengan peningkatan jumlah bunuh diri secara spesifik.
“Gloomy Sunday” adalah sebuah lagu yang tidak hanya terkenal karena musiknya yang sedih dan liriknya yang melankolis, tetapi juga karena cerita-cerita misteri yang mengelilinginya.
Sementara banyak yang percaya bahwa lagu ini memiliki kekuatan gelap, sebagian besar kisah seputar kematian dan bunuh diri yang dihubungkan dengan lagu ini adalah hasil dari rumor dan legenda urban.
Meski begitu, pengaruhnya terhadap budaya populer terus terasa, dan lagu ini tetap menjadi simbol dari kedalaman emosi manusia, baik dalam kesedihan maupun keputusasaan. (Dimas Dwi Prihatmoko)
Editor : Meitika Candra Lantiva