RADAR JOGJA – Masih ingat dengan Baim cilik? Setelah lama menghilang dari dunia hiburan, Ibrahim Khalil Alkatiri, yang dikenal dengan nama Baim cilik, kini kembali muncul.
Kehadirannya kali ini bukan untuk sekadar berbicara soal karier, tetapi juga menjelaskan alasan di balik keputusannya untuk mundur dari dunia entertainment serta kisah pelik dalam keluarganya.
Baim mulai menapaki karier di dunia entertainment sejak usia tiga tahun. Kala itu, seluruh pengelolaan keuangan hasil dari syutingnya dipegang oleh sang ayah kandung.
Namun, Baim kemudian menyadari bahwa hasil jerih payahnya selama ini tidak sepenuhnya ia rasakan.
Ketika ia menanyakan kepada ibunya tentang uang hasil syutingnya, Baim terkejut mengetahui bahwa ia hanya menerima sekitar 10 persen dari penghasilan tersebut. Sisanya dipegang oleh sang ayah, tanpa jelas ke mana uang itu digunakan.
Masa kecil Baim yang penuh kesederhanaan ternyata dipengaruhi oleh pengelolaan keuangan yang tidak transparan dari ayah kandungnya.
Setelah orang tuanya resmi bercerai pada 2010, Baim memutuskan untuk tinggal bersama sang ibu.
Sayangnya, nafkah dari ayah kandungnya hanya diberikan selama lima bulan saja pasca perceraian.
Hubungan antara Baim dan sang ayah pun semakin memburuk. Bahkan, Baim dan kakaknya, Akbar Alkatiri atau yang dikenal sebagai Abay, diblokir oleh ayah mereka di media sosial.
Sebelum pemutusan komunikasi itu terjadi, sang ayah pernah melontarkan ucapan yang menyakitkan, menyebut Baim sebagai "anak gagal".
Ucapan itu meninggalkan luka mendalam di hati Baim, yang akhirnya memutuskan untuk mengungkapkan perlakuan ayahnya kepada publik.
Baca Juga: Menjelajahi Kuliner Malam di Yogyakarta yang Sayang untuk Dilewatkan: Dijamin Mak Nyuss...
Meski hubungan dengan ayah kandungnya retak, Baim justru menemukan sosok ayah yang lebih hangat dalam diri ayah tirinya.
Setelah bercerai, sang ibu menikah lagi, dan Baim merasa lebih dekat dengan ayah tirinya dibanding ayah kandungnya.
Meski demikian, baik Baim maupun kakaknya menolak untuk menerima nafkah dari ayah tirinya.
Mereka lebih memilih untuk mandiri dan mencari penghasilan sendiri, membiarkan ayah tirinya fokus menafkahi anak-anak kandungnya.
Saat ini, kakak Baim, Abay, menjalankan bisnis kambing dan parfum, yang cukup membantu untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Sementara itu, Baim sendiri tengah mempertimbangkan untuk kembali ke dunia hiburan dan merencanakan kepindahannya kembali ke Jakarta.
Selain keinginannya untuk kembali berkarier, Baim juga mengungkapkan harapannya agar ayah kandungnya mau mengganti biaya sekolah yang sempat tertunggak.
Sebelumnya, Baim bersekolah di pesantren, namun atas permintaan ayahnya, ia pindah ke sekolah umum.
Ironisnya, sang ayah tidak menepati janjinya untuk membayar biaya sekolah, sehingga tunggakan pun menumpuk.
Hal ini membuat Baim merasa dikecewakan, terutama karena keputusan pindah sekolah datang dari ayahnya sendiri.
Kini, Baim fokus membangun kembali kehidupannya dengan dukungan keluarga dan berupaya melanjutkan mimpinya di dunia hiburan, sambil berharap mendapatkan keadilan atas hak-haknya yang belum terpenuhi. (Putri Gesa Yanuarizki)
Editor : Winda Atika Ira Puspita