RADAR JOGJA – Perdana Menteri (PM) Thailand Srettha Thavisin cemburu dengan negeri sekawasan.
Dia menyebut Singapura tak mau berbagai pertunjukan Taylor Swift dengan sesama negara Asia Tenggara.
Melansir dari JawaPos, Thavisin mengatakan, Singapura menawarkan semacam bonus USD 2 juta hingga USD 3 juta per pertunjukan sebagai imbalan atas eksklusivitas penyanyi 33 tahun itu untuk tampil hanya di Singapura dan tidak di negara Asia Tenggara lain.
Dia menyebut pemerintah Singapura cerdik.
“Jika saya mengetahui tentang kesepakatan itu lebih dulu, saya akan membawanya ke Thailand. Konser megabintang dapat menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian,” ucap pada iBussiness Forum di Bangkok akhir pekan lalu, seperti dilansir dari The Independent Singapore.
Taylor Swift akan menggelar konser yang merupakan rangkaian Eras Tour di Singapure pada 2 – 9 Maret.
Singapura menjadi satu – satunya negara Asia Tenggara yang disinggahi pelantun Shake It Off tersebut.
Otomatis swifties dari penjuru kawasan Asia Tenggara bahkan lebih luas lagi akan membanjiri Singapura.
Sejauh ini, Eras Tour sudah menjadi tur musik paling sukses di dunia. Dengan kesepakatan itu hingga saat ini belum ditanggapi pemerintah Singapura, AEG, dan manajemen Taylor Swift.
Thavisin mengakui bahwa penyelenggara konser megabintang memang amat membantu roda perekonomian.
“Jika dia datang ke Thailand, akan lebih mudah untuk menyelenggarakannya di sini, dana saya yakin dia akan mampu menarik lebih banyak sponsor dan wisatawan ke Thailand. Meskipun kami harus menyubsidi setidaknya THB 500 juta, itu akan sangat bermanfaat,” ujarnya.
Dampak ekonomi dari Eras Tour memang buka isapan jempol belaka. Negara dan kota tempat Swift tampil mencatat peningkatan pendapatan yang besar.
Di Amerika Utara, tur itu diproyeksikan menghasilkan pendapatan USD 2,2 miliar.
Valuasi ekonomi dari tur itu telah ditingkatkan menjadi USD 5 miliar atau lebih tinggi daripada produk domestik bruto 50 negara.
Penggemar Taylor Swift di AS disebut menghabiskan rata – rata USD 1.300 (Rp 20 juta) per orang untuk tiket, perjalanan, pakaian, dan merchandise dalam tur.
Thavisin menyebut dukungan finansial memang layak diberikan pada konser para superstar.
Menurut dia, bisnis perhotelan, kegiatan pariwisata, hingga kedai barbeku daging babi pinggir jalan juga akan ketiban untung jika para megabintang menyambangi Negeri Gajah Putih itu.
Editor : Bahana.