Pengumuman ini muncul sebagai tanggapan atas meningkatnya tekanan biaya dan isu privatisasi yang melanda dunia perfilman.
Melansir dari Variety, Jum’at (26/1) CEO Paramount Global Bob Bakish mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan media tersebut, dengan alasan keperluan dalam rangka beroperasi sebagai perusahaan yang lebih ramping dan mengurangi biaya.
Dalam sebuah memo yang dikeluarkan untuk karyawan pada hari Kamis, (25/1) yang ditinjau oleh Variety, Bob Bakish menyadari bahwa masa depan Paramount “Sedang menjadi bahan spekulasi,” merujuk pada fakta adanya sekelompok investor yang dipimpin oleh pendiri Skydance, David Ellison, yang sedang melakukan perundingan dengan para pemegang saham utama Paramount. Shari Red Stone.
“Prioritas kami adalah mendorong pertumbuhan pendapatan. Dan kami akan mencapainya dengan meningkatkan pendapatan sambil mengelola biaya dengan cermat – sebuah keseimbangan yang memerlukan keselarasan setiap tim, divisi, dan merek,” ucap Bakish dalam memo kepada karyawannya.
"Jika memungkinkan, kami akan memperluas model layanan bersama kami seiring dengan penyederhanaan operasional. Seperti yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, hal ini berarti kami akan terus mengurangi tenaga kerja kami secara global,” tambahnya.
Pihak Paramount sendiri tidak menyebutkan secara pasti jumlah tenaga kerja yang akan dikurangi.
Selain itu, Paramount juga berencana untuk mengurangi pengeluaran konten internasional,
Pada akhir Februari, perusahaan ini melaporkan penghasilan kuartalannya dan berencana untuk menyampaikan strategi 2024 pada saat itu.
Pengurangan karyawan ini menyusul adanya sejumlah perusahaan di industri media dan industri sejenisnya yang melakukan PHK untuk menghemat biaya.
Los Angeles Times, Business Insider, dan Sports Illustrated, diantaranya, sudah melakukan PHK dalam beberapa hari terakhir dalam masa yang penuh gejolak bagi media.
Editor : Bahana.