RADAR JOGJA - Setelah lebih dari satu dekade mendominasi pasar sistem operasi, Windows 10, yang diperkenalkan pertama kali pada 2015, nampaknya mendekati akhir perjalanannya.
Dengan peluncuran Windows 11 dan serangkaian fitur canggih berbasis kecerdasan buatan (AI), Microsoft telah mengumumkan bahwa update untuk Windows 10 akan berhenti secara bertahap.
Pengguna Windows 10 masih akan mendapatkan satu update mayor terakhir, yakni 22H2, sebagai titik akhir evolusi sistem operasi tersebut.
Microsoft juga memberikan jaminan keamanan dengan security update hingga Oktober 2025.
Pertanyaannya pun muncul: Apakah kita melihat akhir dari era Windows 10 yang menggantikan versi 8.1 beberapa tahun lalu?
Meskipun Microsoft mempersiapkan panggung untuk transisi ke Windows 11, mereka memberikan opsi kepada pengguna setia yang belum ingin berpindah.
Update keamanan tetap akan tersedia sampai Oktober 2025, meski tanpa tambahan fitur baru.
Namun, setelah batas waktu tersebut, Microsoft mengumumkan solusi bagi mereka yang ingin memperpanjang dukungan keamanan mereka.
Microsoft melalui blog resmi mereka mengungkapkan kehadiran "Extended Security Update" (ESU) untuk Windows 10.
Program ini memungkinkan pengguna tetap mendapatkan update keamanan hingga tahun 2028, dengan catatan, layanan ini tidak gratis.
Sayangnya, Microsoft belum memberikan informasi rinci terkait biaya layanan ESU.
Mereka menyatakan bahwa harga akan diumumkan mendekati Oktober 2025, menjelang berakhirnya dukungan keamanan gratis.
Sementara ESU untuk Windows 7 diperuntukkan terutama bagi organisasi, ESU untuk Windows 10 akan tersedia untuk pengguna rumahan, menandakan keseriusan Microsoft dalam memberikan opsi lanjutan bagi pengguna setia.
Dalam penjelasannya, Microsoft menegaskan bahwa layanan ESU ini akan mencakup critical update dan security update pada umumnya.
Namun, perlu dicatat bahwa ESU tidak akan mencakup update fitur baru, dan dukungan teknis di luar cakupan ESU juga tidak akan disediakan.
Menurut laporan dari Bleepingcomputer, tingkat adopsi Windows 10 masih tinggi, mencapai angka 68%, jauh meninggalkan versi terbaru mereka, Windows 11.
Hal ini bisa diartikan sebagai tanda bahwa meskipun memasuki fase "akhir hayatnya," Windows 10 masih banyak digunakan dan memiliki basis pengguna yang kuat.
Bagi pengguna Windows 10 yang enggan berpindah ke Windows 11 atau sistem operasi lainnya karena kenyamanan atau keterbatasan perangkat keras, layanan ESU mungkin menjadi pilihan yang menarik.
Namun, harus menunggu hingga mendekati Oktober 2025 untuk mengetahui seberapa besar biaya yang perlu dikeluarkan untuk memperpanjang masa penggunaan Windows 10 mereka.