RADAR JOGJA - Sedang ramai di media sosial yaitu pemutaran sebuah film dokumenter yang digagas oleh aktivis Israel. Film dokumenter ini merupakan sebuah cuplikan video dimana penyerangan
Hamas terhadap Israel dilakukan pertama kali pada 7 Oktober 2023 lalu. Film ini diputar di Los Angeles, Amerika Serikat.
Film ini bertajuk Bearing Witness to the October 7th Massacre atau Menjadi Saksi Pembantaian 7 Oktober.
Cuplikan video di dalam film ini berdurasi sekitar 43 menit. Rekaman-rekaman yang dikumpulkan tersebut berasal dari laporan berbagai jurnalis internasional, anggota dewan Israel, dan Knesset.
Banyak yang beranggapan bahwa penayangan film ini digagas oleh aktris Israel bernama Gal Gadot.
Gal Gadot merupakan artis asal Israel yang aktif mendukung perlawanan Israel terhadap pasukan Hamas.
Gal Gadot menyatakan dengan terbuka bahwa dirinya mendukung peningkatan agresi terhadap Hamas. Namun pada pemutaran film ini, Gal Gadot tidak hadir.
Beberapa orang yang hadir dalam pemutaran film tersebut yaitu Jason Varsano selaku produser dan suami Gal Gadot, Guy Nattiv selaku sutradara, Lawrence Bender selaku produser, dan CEO Mattel Ynon Kreiz.
Selain itu beberapa tamu yang hadir lainnya seperti produser Jamie Patricof, kepala badan dampak sosial Bonnie Abaunza, Swell Ariel Or yang merupakan salah satu bintang serial drama Israel streaming Netflix The Beauty Queen of Jerusalem.
Tamu-tamu yang hadir, sebelumnya sudah melakukan sebuah kesepakatan untuk tidak mengumumkan tempat pemutaran film agar tidak terjadi kerusuhan.
Selain itu penonton juga diminta kesediaannya untuk tidak merekam hal-hal yang ditampilkan dalam film dan juga menyebarluaskannya.
Pihak penyelenggara juga sudah mengingatkan bahwa dalam film ini nantinya akan banyak ditampilkan adegan-adegan yang mengandung kekerasan seperti penyergapan, penembakan, hingga penangkapan.
Namun terdapat kejadian di luar dugaan. Dilansir dari Viva.co.id, hollywood reporter menuturkan bahwa terdapat outlet media yang tidak disebutkan namanya membocorkan lokasi pemutaran film, sehingga menyebabkan ancaman.
Tim FBI pun akhirnya menanggapi laporan tersebut kemudian langsung mengirimkan tim pendahulu untuk berjaga-jaga.
Untuk menjaga keamanan, polisi pun menyebar ke beberapa titik di wilayah sekitar teater.
Meskipun sudah ada penjagaan,beberapa lusin pendemo hadir dan berunjuk rasa terhadap pemutaran film tersebut.
Para pengunjuk rasa tersebut dibagi dalam kubu yaitu kubu pro Israel dan pro Palestina. (Annida Muthi’ah)
Editor : Bahana.