Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Salah satu Lokasi Syuting Serial Gadis Kretek adalah Pasar Kayu Muntilan di Magelang

Bahana. • Rabu, 15 November 2023 | 21:09 WIB
Pasar Kayu Muntilan yang menjadi lokasi syuting Gadis Kretek. (Rofik Syarif/Jawa Pos Radar Magelang)
Pasar Kayu Muntilan yang menjadi lokasi syuting Gadis Kretek. (Rofik Syarif/Jawa Pos Radar Magelang)

RADAR JOGJA - Serial Gadis Kretek yang telah tayang di Netflix sejak Kamis (2/11), sukses mencuri perhatian para penggemar.

Serial lima episode yang dibintangi Dian Sastrowardoyo, Ario Bayu, Putri Marino, Arya Saloka, Tissa Biani, Ibnu Jamil, dan Sha Ine Febriyanti, itu diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Ratih Kumala.

Salah satu hal yang mencuri perhatian dari serial tersebut yaitu latar tempatnya, bagaimana sang penulis yang hanya menyebutkan isial Kota M dengan alih-alih menyebutkan nama kota dengan jelas.

Banyak sekali orang yang penasaran serta mencari tahu di manakah kota tersebut sebenarnya.

Ratih mengakui Kota M yang menjadi latar tempat Gadis Kretek ialah kota fiksi dengan inisial langsung dari daerah Muntilan, yaitu perbatasan antara Magelang dan Yogyakarta.

Lokasi syuting yang menjadi latar belakang di dalam serial tersebut, khususnya di episode pertama, adalah Pasar Kayu Muntilan di Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Magelang.

Beberapa property yang biasa digunakan dalam syuting serial ini masih tersisa sedikit. Salah satunya yaitu sebuah poster yang menunjukkan 10 batang sigaret kretek dengan merek Merah yang diproduksi di Kota M.

Evi Handayani, 46, yaitu salah satu pedagang di pasar tersebut membenarkan jika lokasi Pasar Kayu Muntilan ini digunakan sebagai tempat syuting Gadis Kretek.

Dia menjelaskan yaitu selama proses syuting, ada sejumlah titik lokasi di kompleks pasar tersebut yang berhasil disulap oleh tim produksi sehingga menjadi pasar zaman era 1960-an.

Lapak pedagang kayu ada yang diubah menjadi sejenis warung, restoran jadul, dan gudang tempat penyimpanan rokok kretek.

“Dari tengah sampai ujung dibuat syuting semua. Kurang lebih itu dua minggu prosesnya. Pada 2022, Agustus ya,” ujar Evi.

Menurut Evi, harga sewa kios milik warga yang dijadikan untuk lokasi syuting berbeda-beda. Ada yang Rp 5 juta, Rp 10 juta, Rp 12 juta, hingga Rp 15 juta.

Pasar Kayu Muntilan ini juga disewa secara penuh selama kurang lebih dua minggu. Maka, pada waktu itu benar-benar libur karena semuanya digunakan untuk keperluan syuting.

“kalau punya saya dulu disewa Rp 12 juta. Ada dua yang disewa. Selama syuting, kami nggak bisa jualan,” tutur Evi.

Tidak hanya itu, warga di Pasar Kayu Muntilan juga diajak menjadi pemeran figuran dalam serial Gadis Kretek. Begitu juga dengan Evi beserta keluarganya juga di ajak menjadi pemeran figuran.

“Selama menjadi figuran, saya mendapatkan bayaran Rp 150 ribu per hari. Jadi, kita benar-benar seperti bekerja. Apalagi pada waktu itu masih dalam kondisi transisi setelah pandemic, jadi sangat membantu,” ujar Evi.

Menurut Evi, total ada sekitar 50 warga Pasar Kayu Muntilan ini yang diajak menjadi figuran.

“Syuting benar-benar melelahkan. Saya syuting dari jam 5 pagi sampai jam 6 sore. Untuk kostumnya, saya bawa sendiri. Pakai kebaya jadul sama jerik nenek saya,” ungkap Evi.
(Putri Aprilia Ningsih/ Radar Jogja)

Editor : Bahana.
#episode #netflix #gadis kretek #temanggung #muntilan