Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kisah Keluarga yang Emosional Namun Menghangatkan Hati  Dalam Film Just Mom

Bahana. • Kamis, 26 Oktober 2023 | 01:00 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA - Film menyentuh yang menceritakan sebuah konflik keluarga yang jika ditelaah ulang, konflik tersebut sering ditemukan di dalam keluarga namun sering tidak disadari.

Film ini berjudul Just Mom. Film ini sudah tayang di bioskop dan beberapa event film sejak tahun 2021 dan saat ini ditayangkan ulang melalui aplikasi streaming Bioskop Online sejak 2 Agustus 2023.

Film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul “ Ibu, Doa Yang Hilang” karya Bagas Dwi Bawono.  Film ini diproduseri oleh Hanung Bramantyo dan disutradarai Jeihan Angga.

Beberapa aktor dan aktris Indonesia menjadi pemeran film ini. Mereka adalah Christine Hakim yang berperan sebagai Ibu Siti, Niken Anjani berperan sebagai Wati, Ge Pamungkas berperan sebagai Damar, Tora Wibowo berperan sebagai Jalu, dan Ayushita berperan sebagai Murni seorang pengidap ODGJ yang dirawat oleh Ibu Siti.

Film ini banyak mendapat apresiasi dari penonton karena ceritanya yang sangat menyentuh dan memiliki banyak kesamaan dengan konflik sehari-hari masyarakat.

Suasana hangat keluarga dan rumitnya konflik cerita menjadikan penonton terbawa suasana saat menontonnya.

Selain itu, pemain yang memerankannya tampil dengan apik dan sukses menciptakan suasana haru melalui akting yang disajikan dalam film.

Kesuksesan film Jusi Mom  terbukti dengan banyaknya persinggahan festival film yang menayangkan dan memberi penghargaan terhadap  film ini.

Beberapa festival film yang sudah disinggahi film ini seperti Jakarta Film Week pada tahun 2021 dan Jogja-NETPAC Asian Film tahun 2021.

Film  Just Mom bercerita tentang Ibu Siti yang merasa kesepian setelah terpisah dengan anak-anaknya.

Kedua anaknya merantau mengadu nasib di ibu kota. Mereka sibuk dengan kepentingan masing-masing sehingga jarang menemui Ibu Siti. Ia hanya tinggal bersama anaknya angkatnya yaitu Jalu ( Tora Wibowo).

Hingga suatu hari Ibu Siti bertemu dengan Mirna (Ayushita) perempuan ODGJ yang sedang hamil. Ibu Siti merasa iba dan kasihan terhadap Mirna.

Ia pun memutuskan untuk membawa pulang dan merawat Mirna di rumah. Keputusan itu ia ambil tanpa meminta persetujuan anak-anaknya.

Mirna menjadi penghibur Ibu Siti yang merasa kesepian. Ia merawat Mirna dengan sabar dan telaten.

Dan akhirnya anak-anak Ibu Siti pun mengetahui bahwa ia merawat perempuan ODGJ. Tiwi sangat tidak setuju dengan apa yang dilakukan ibunya. Ia khawatir jika Mirna nantinya akan mencelakai Ibu Siti.

Meskipun ditentang oleh Tiwii, namun Ibu Siti tetap kekeh untuk merawat Mirna. Ketidaksetujuan Wati membuat pergolakan keluarga ini semakin rumit.

Akankah Tiwi akan menerima Mirna atau tetap menolaknya dan bagaimana konflik keluarga ini berakhir?

Film Just Mom ini menghadirkan kisah tentang perjuangan seorang ibu yang sangat intens.

Pada film ini digambarkan bagaimana rasa kesepiannya seorang ibu yang sudah jauh dengan anak-anaknya.

Apalagi anaknya sangat jarang berkomunikasi dengannya. Dengan merawat ODGJ Ibu Siti mencurahkan kasih sayang sebagai seorang ibu  yang sudah lama redup karena orang-orang terkasihnya sibuk menjalani hidup masing-masing.

Melalui Ibu Siti, simbol seorang ibu yang selalu memberikan banyak hal yang berarti untuk anak-anaknya menjadi suatu pembelajaran betapa berharganya seorang ibu dalam keluarga. 

Tanpa pamrih, rela berkorban, sabar, dan pantang menyerah adalah sedikit gambaran dari sosok ibu yang ditampilkan oleh Ibu Siti.

Pesan yang terkandung dalam film Just Mom ini yaitu sempatkanlah hadir kepada orang-orang terkasih terutama kepada ibu. Sebelum semuanya terlambat karena waktu sangat cepat berlalu. (Annida Muthi’ah)

 

Editor : Bahana.
#Film #just mom