RADAR JOGJA - Hanung Bramantyo hadir kembali dengan karya terbarunya. Karya terbarunya ini berupa film yang diadaptasi dari novel terkenal karya Muhiddin M, Dahlan.
Novel ini sudah terbit sejak 20 tahun lalu yaitu pada 2003. Novel ini berjudul Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur.
Novel ini banyak menimbulkan kontroversi di Jogja pada saat awal penerbitan. Kemudian Hanum melakukan sebuah alih wahana menjadi sebuah film berjudul Tuhan Izinkan Aku Berdosa.
Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa diperankan oleh beberapa aktor dan aktris terkenal Indonesia. Pemeran film ini seperti Aghniy Haque, Donny Damara,Djenar Maesa Ayu, Keanu Angelo, dan masih banyak lagi.
Film ini akan ditayangkan pertama kali pada Jakarta Film Week pada 27 Oktober 2023 mendatang. Belum diketahui kapan film ini tayang di bioskop Indonesia.
Novel Izinkan Aku Menjadi Pelacur bercerita tentang mahasiswa yang sangat taat beragama bernama Nadya Kirana.
Ia sangat taat beragama dan bercita-cita menjadi muslimah yang mengamalkan ajaran agama Islam dengan baik.
Semasa kuliahnya, ia bergabung dengan Rohis atau Klub Kajian Quran di kampusnya. Organisasi Islam tersebut bernama Dardariyah.
Melalui organisasi tersebut, ia berjuang mendakwahkan sistem khalifah yang dianggapnya ideal dan sesuai dengan syariat Islam.
Namun seiring berjalannya waktu, terdapat rasa kekecewaan di dalam diri Nadya.
Semakin lama ia bergabung dengan organisasi tersebut, ia malah semakin tidak paham dengan ajaran serta konsep keTuhanan yang diajarkan organisasi tersebut.
Setiap kali ia bertanya mengenai kegundahan hatinya, Nadya hanya mendapatkan jawaban dengan doktrin yang tertutup.
Kekecewaan tersebut mengantarkan Nadya ke dalam gelapnya dunia malam. Nadya mulai terjerumus dengan dunia hitam atau sering disebut dengan pelacuran.
Nadya yang semula taat beragama, saat ini ia berubah sangat drastis. Ia mulai meninggalkan shalat dan menjadi pelayan seks.
Nadya tidak merasa bersalah dengan apa yang dilakukan saat ini. Ia malah berharap bahwa Tuhan Yang Mahakuasa mengetahui apa yang dilakukannya dan dapat memakluminya.
Untuk mengetahui bagaimana akhir perjalanan cerita, penonton bisa menikmatinya di Jakarta Film Week yang akan diselenggarakan tanggal 27 Oktober mendatang. (Annida Muthi'ah)
Editor : Bahana.