RADAR JOGJA – Kabar duka dantang dari industri dunia hiburan Korea Selatan atas meninggalnya seorang youtuber bernama Pyo Yerim.
Pyo Yerim mulai dikenal sebagai youtuber saat ia membuat video konten yang menceritakan kisahnya yang pernah mengalami bullying semasa sekolah selama 12 tahun.
Pyo Yerim mengungkapkan pengalaman bullying yang dia alami setelah menonton The Glory yang membuat ramai warga net dan mengundang simpati banyak orang.
Pyo Yerim mengakui drama The Glory telah menginspirasinya untuk melawan pelaku perundungan, sehingga dia di juluki sebagai versi kehidupan nyata dari drama Korea The Glory.
Pyo Yerim sempat muncul di acara Real Life Investigative Team pada maret 2023.
Para pengikut pengikut chanel youtube Pyo Yerim menyatakan bahwa sebelumnya dirinya telah mengisyaratkan keputusannya untuk bunuh diri dalam sebuah video yang di posting di chanel youtubnya.
"Saya adalah salah satu orang yang menderita kekerasan di sekolah di sekolah dasar, menengah, dan menengah atas selama 12 tahun. Satu saluran YouTube telah menargetkan saya, dan saya telah mengalami beberapa serangan pribadi oleh orang-orang anonim. Selain itu, mereka mengatakan klaim saya tentang kekerasan di sekolah adalah palsu. Saya tidak lagi cukup percaya diri untuk menanggung dan mengatasi rasa sakit ini. Tidak ada yang tersisa untuk membuat saya melanjutkan hidup. Tolong jangan menyerah pada kasus saya," kata Pyo Yerim, dilansir dari Allkpop, Rabu (11/10/2023).
Kabar duka ini diungkap setelah Polisi Korea Selatan menemukan seorang wanita yang jatuh kedalam Waduk Seongjigok.
Identitas wanita tersebut kemudian diketahui adalah Pyo Yerim, dia sempat dilarikan kerumah sakit, namun dia dilaporkan meninggal dunia karena terkena serangan jantung.
Pyo Yerim sempat membuat petisi nasional pada April kemarin yang meminta penghapusan apapun yang memihak pelaku bullying di sekolah. (Steven Ardinanta Sembiring/ RADAR JOGJA)
Editor : Bahana.