Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (12/10/2026), setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam sepekan. Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga minyak global menjadi faktor yang menekan pergerakan logam mulia tersebut.
Pelaku pasar kini mencermati sejumlah data ekonomi AS, terutama inflasi, untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).
Mengutip CNBC, Selasa (13/10/2026), harga emas di pasar spot turun 0,6 persen menjadi USD 4.170,62 per ons troi. Sebelumnya, harga emas sempat mencapai level tertinggi sejak 2 Oktober 2026.
Penurunan juga terjadi pada kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember. Instrumen tersebut terkoreksi 0,5 persen menjadi USD 4.195,10 per ons troi.
Analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff, menilai penguatan dolar menjadi salah satu pemicu tekanan jual pada emas.
Tekanan tersebut muncul ketika dolar AS mendekati level tertinggi dalam satu setengah tahun. Penguatan mata uang Negeri Paman Sam membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Baca Juga: Fakta Bentrok Pekerja Proyek dan Satpol PP di Bulungan: Bela Penjual Nasi atau Parkir Liar?
Perhatian investor kini tertuju pada agenda ekonomi AS sepanjang pekan ini. Sejumlah data penting diperkirakan memberikan gambaran mengenai tekanan inflasi dan kemungkinan perubahan kebijakan moneter The Fed.
Indeks Harga Konsumen (CPI) dijadwalkan dirilis pada Rabu, sedangkan Indeks Harga Produsen (PPI) dan data penjualan ritel akan menyusul pada Kamis.
Pasar juga mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga berikutnya.
Wyckoff memperkirakan rangkaian data tersebut belum tentu menunjukkan penurunan inflasi yang meyakinkan. Jika tekanan harga tetap tinggi, kondisi itu berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pasar logam mulia.
Sebab, emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketika suku bunga bertahan tinggi, investor cenderung mempertimbangkan instrumen lain yang menawarkan imbal hasil, sehingga daya tarik emas dapat berkurang.
Aktivitas perdagangan pada Senin juga berlangsung di tengah tutupnya pasar obligasi dan sejumlah kantor pemerintah AS untuk memperingati Columbus Day.
Ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas.
Pelaku pasar secara umum memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan akhir Oktober. Namun, berdasarkan data perangkat FedWatch milik CME yang dikutip dalam laporan tersebut, peluang kenaikan suku bunga pada Desember diperkirakan mencapai 87 persen.
Baca Juga: Coventry City Bantai Newcastle 4-1, Akhiri Penantian 21 Tahun Menang di Kandang pada Premier League
Ekspektasi tersebut berpotensi membatasi penguatan emas apabila investor menilai suku bunga akan bertahan tinggi atau meningkat dalam beberapa bulan mendatang.
Meski demikian, arah pergerakan harga emas masih bergantung pada perkembangan data ekonomi, pernyataan pejabat The Fed, serta kondisi geopolitik global.
Selain penguatan dolar, kenaikan harga minyak turut menjadi perhatian pasar. Harga minyak dunia bergerak mendekati level tertinggi dalam dua pekan di tengah kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan dari Arab Saudi.
Kenaikan harga energi dapat menambah tekanan inflasi apabila berdampak pada biaya transportasi dan produksi. Situasi tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed.
Di sisi lain, konflik yang memanas di Timur Tengah membuat investor tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
Perkembangan hubungan energi Rusia-Ukraina juga menjadi perhatian, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyambut baik ekspor solar dari Rusia dan kesepakatan energi kedua negara.
Dengan kombinasi penguatan dolar, kenaikan harga minyak, dan ketidakpastian kebijakan moneter, pasar emas diperkirakan tetap sensitif terhadap perkembangan ekonomi serta geopolitik dalam beberapa hari mendatang.
Editor : Bahana.