Cadangan Devisa September 2026 Aman di USD 146,3 Miliar, Cukup untuk 5,3 Bulan Impor

Della Hardi Puspita • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 14:41 WIB
Cadangan devisa September 2026 tetap terjaga di USD 146,3 miliar. (Ilustrasi)
Cadangan devisa September 2026 tetap terjaga di USD 146,3 miliar. (Ilustrasi)

 RADAR JOGJA - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 masih dalam kondisi aman. Nilainya berada di level USD 146,3 miliar, relatif stabil meski sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan laporan resmi BI, cadangan devisa per akhir September 2026 turun tipis sebesar USD 200 juta atau sekitar 0,14 persen dari posisi Agustus 2026 yang tercatat USD 146,5 miliar. Penurunan yang sangat terbatas ini menunjukkan ketahanan sektor eksternal masih solid.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa posisi cadangan devisa tersebut tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

“Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tetap terjaga sebesar 146,3 miliar dolar AS, relatif stabil dibandingkan dengan posisi pada akhir Agustus 2026 sebesar 146,5 miliar dolar AS,” ujar Ramdan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/10).

Ia menjelaskan, perkembangan cadangan devisa pada September dipengaruhi beberapa faktor yang saling mengimbangi. Di satu sisi, ada penopang dari penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa devisa.

Baca Juga: Tren Lipstik Lokal Makin Beragam, Implora Hadirkan 20 Pilihan Warna Urban Lip Cream Matte

Namun di sisi lain, terdapat kebutuhan untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo dan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah yang dilakukan BI sebagai respons atas ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

Meski turun tipis, posisi cadangan devisa saat ini masih jauh di atas standar kecukupan internasional. Secara rinci, cadangan sebesar USD 146,3 miliar tersebut setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor plus pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Angka ini berada di atas ambang batas internasional yang sekitar 3 bulan impor.

BI menilai level cadangan devisa tersebut masih sangat memadai untuk menopang ketahanan eksternal, menjaga stabilitas makroekonomi, serta memastikan sistem keuangan tetap stabil.

Baca Juga: Target Zero ODOL 2027, Pengawasan Truk di Jalan Tol Diperketat

Ke depan, bank sentral optimistis ketahanan eksternal Indonesia akan tetap kuat.

Selain ditopang cadangan devisa yang memadai, aliran masuk modal asing juga masih terjaga seiring persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi nasional dan imbal hasil investasi yang menarik.

BI juga menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk menjaga ketahanan eksternal demi stabilitas perekonomian dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Sumber : ANTARA

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
cadangan devisa cadangan devisa aman Ramdan Denny Prakoso bank indonesia ekonomi global