SLEMAN - Produsen motor asal Inggris Royal Enfield baru saja memindah dilernya di Jogjakarta. Jika sebelumnya berada di Jalan Parangtritis, kini dipindah ke Jalan Laksda Adisucipto Km 8,5 nomor 5B Depok, Sleman. Grand opening Diler baru dirayakan dengan city touring dan selamatan pada Sabtu (27/9).
Bukan sekadar memindahkan Diler, Manager Retail Development Royal Enfield Indonesia Abdul Majid berkeinginan diler ke sembilan Royal Enfield di Indonesia tersebut bisa menjadi lokasi berkumpulnya para rider. "Harapannya bisa menjadi second home, tempat meet up para pengguna Royal Enfield di Jogjakarta maupun saat ke Jogjakarta," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, dia pun meminta masukan apa saja yang perlu dilengkapi dari diler barunya tersebut. Abdul Majid menambahkan, pemindahan lokasi diler juga untuk menambah fasilitas layanan.
Baca Juga: CFD Gunungkidul Resmi Pindah ke Jalan Brigjen Katamso, Pengunjung Sebut Lokasi Lebih Luas dan Ramai
Jika di diler sebelumnya, dengan alasan keterbatasan tempat, hanya bisa mem-display dua produk motor Royal Enfield yang mulai diproduksi pada 1901 itu. "Yang lokasi baru ini lebih lega, bisa display hingga tiga produk," tuturnya.
Selain itu, untuk after sales juga lebih lengkap. Termasuk dengan layanan servis. Juga disediakan sparepart. "Karena salah satu alasan kami pindah supaya lebih ingin berkembang," kata Abdul Majid sambil menyebut Royal Enfield yang kini berusia 125 tahun, sudah sepuluh tahun beroperasi di Indonesia dengan populasi mencapai 7.000an unit.
Baca Juga: Pemkab Kulon Progo Turun Tangan Tindak Lanjuti Polemik Tambang Pasir Tuksono
GM Royal Enfield Indonesia Arif Fachruddin menambahkan, dalam peresmian pembukaan diler baru di Jogjakarta ini mengundang para rider dan pengguna Royal Enfield. Mereka menggelar city touring dari Prambanan. Selain untuk kebersamaan juga untuk mengenalkan layanan serta lokasi baru diler Royal Enfield di Jogjakarta.
"Karena kami sadar Royal Enfield bisa hadir di Indonesia berkat support dan dukungan dari para penggunanya, dengan harapan kami akan terus tumbuh dan berkembang," ungkapnya.
Editor : Heru Pratomo