Melihat Peluang Bisnis Cuci Stroller di Jogja, Berawal dari Minta Tolong, Kini Jadi Spesialis

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 23:45 WIB
Pemilik usaha Cuci Stroller Jogja, Arif Sidiq Firmansyah
Pemilik usaha Cuci Stroller Jogja, Arif Sidiq Firmansyah

 

 

 

 

 

Saat orang tua sibuk dengan bayinya, jasa cuci stroller jadi solusi. Yaitu bisnis perawatan perlengkapan bayi yang fokus untuk mensterilkan kereta dorong dari kuman, debu, maupun noda.

 Usaha ini sangat spesifik dan pesaingnya belum sebanyak jasa cuci pakaian biasa. Salah satu yang menjalankan bisnis ini adalah Arif Sidiq Firmansyah dengan nama usaha Cuci Stroller Jogja.

Pria 37 tahun ini bercerita, ide awal membuka usaha ini saat dia menjalankan usaha cuci sepatu 2016. Saat itu ada teman istrinya yang meminta tolong mencucikan stroller anaknya. Lantaran bahannya yang tidak jauh berbeda dengan sepatu, Arif menerima tawaran tersebut.

Baca Juga: UPTD PPA Sleman Akan Lakukan Pendampingan Kepada FN Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Ash-Sholihah 

 "Habis itu saya coba cuci ya beres dan upload ke Instagram. Lalu buat akun Cuci Stroller Jogja," katanya saat ditemui di gerainya, Kamis (10/9).

Saat itu ternyata antusias atas jasa ini sangat tinggi sehingga selang beberapa bulan dia beralih dari cuci sepatu menjadi fokus cuci stroller. Cara mencuci stroller dia sebut memang dilakukan dengan perlakuan khusus.

Tidak menggunakan bahan kimia seperti sepatu dan menggunakan pewangi yang mengandung anti-bakteri. Penggunaan deterjen khusus ini demi memastikan keamanan kulit bayi yang masih sensitif.

Baca Juga: UPTD PPA Sleman Akan Lakukan Pendampingan Kepada FN Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Ash-Sholihah 

Untuk proses pengeringannya juga tidak dijemur dengan matahari, tetapi diangin-anginkan agar warna dari stroller tidak mudah rusak.  "Kalau cara nyucinya manual pakai air biasa. Jadi dibongkar gitu. Estimasi tiga sampai empat hari karena memang agak rumit," tambahnya.

Harga layanan yang ditawarkan di kios yang berlokasi di Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman ini beragam. Arif mengaku harga yang dikenakan tergantung besar kecil ukuran stroller dengan rata-rata tarif sekitar Rp 80.000. Biasanya yang menggunakan jasa ini diakui memang dari kelas menengah. Mereka membawa stroller dengan harga kisaran Rp 1 jutaan.

Diakui karena stroller ini digunakan untuk bayi maka prioritas layanan memang memastikan tingkat kebersihannya. Beda dengan jasa cuci baju umum yang tinggal memasukkan ke mesin cuci. Stroller ini harus benar-benar dibersihkan secara teliti untuk menghilangkan bau tak sedap dan menghilangkan noda membandel.

Baca Juga: Keluarga FN Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku Korban Kekerasan Seksual Ponpes Ash-Sholihah Sleman

Lalu setelah dicuci harus dirangkai lagi seperti semula.  "Dulu sering lupa waktu masangnya sampai tutorial YouTube dan difoto dulu. Tapi sekarang lama-lama sudah hapal, lihat mereknya sudah tahu," ujarnya.

Alumnus Universitas Ahmad Dahlan mengaku, tantangan dalam menjalankan usaha ini memang mencari pelanggan. Hal ini lantaran cuci stroller bukan kebutuhan harian dan pelanggan umumnya akan menggunakan jasa ini kembali dengan jeda cukup lama. Pelanggan yang begitu perhatian dengan strollernya pun maksimal akan mencuci dua minggu sekali. 

 

Untuk bisa mengatasi tantangan tersebut, Arif bercerita banyak memanfaatkan fasilitas dari media sosial. Dia mengeluarkan anggaran khusus untuk iklan di Instagram maupun Google. Termasuk mengembangkan situs web yang dimiliki.

Baca Juga: Prediksi Skor Bournemouth vs Brentford di Liga Inggris, Update Tim, Starting XI dan Skor Akhir

Usahanya juga menawarkan jasa antar jemput stroller dengan biaya yang disesuaikan.  "Kalau saya lebih lihat peluang aja dan kuncinya konsisten. Lalu akhirnya kami jadi spesialis di Jogja ini," tambahnya.

Begitu spesifiknya usaha ini diakui tidak banyak kompetitor bisnis serupa. Arif bercerita saat memulai usaha ini pada 2016 lalu belum ada yang membuka bisnis ini dan baru setelahnya ada beberapa jasa cuci stroller semacam ini.  "Kadang ada laundry-laundry lain juga tapi lemparnya ke sini, jadi kerja sama," tambah pria asli Banten ini. (del/pra)

Editor : Heru Pratomo
cuci stoller Arif Sidiq Firmansyah cuci laundry self service Jogja